in ,

Insentif Pemerintah Bikin UMKM Bertahan dari Pandemi

“Ada UMKM yang masih bisa berjualan namun omzetnya turun. Di luar itu, ada yang tumbuh yakni UMKM yang terhubung ke platform digital,” ujar Teten.

Sebelumnnya, Ketua OJK Wimboh Santoso, saat ini pertumbuhan kredit dalam negeri ditopang oleh sektor UMKM. Data OJK hingga akhir Juni 2021, kredit UMKM mampu tumbuh 2,35 persen atau tumbuh lebih tinggi dari total kredit yang tercatat 0,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, kredit korporasi masih mencatatkan minus 2,02 persen dan kredit ritel tumbuh tipis 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wimboh mengatakan, pertumbuhan kredit UMKM terutama ditopang oleh berbagai insentif yang diberikan oleh pemerintah. Di antaranya adalah subsidi bunga, jaminan kredit serta bantuan modal kerja. Hal itu menurut Wimboh membuat UMKM lebih cepat bangkit dibandingkan dengan debitur besar. Ia berharap, kebangkitan UMKM ini bisa akan memberikan spillover positif terhadap debitur-debitur besar. Debitur besar yang dimaksud Wimboh adalah yang sangat terpengaruh oleh kebijakan pengetatan mobilitas yang dilakukan pemerintah sehingga membuat kredit sektor korporasi masih mencatatkan pertumbuhan negatif hingga akhir Juni lalu.

Baca Juga  Pelonggaran LTV KPR Dorong Konsumsi Sektor Properti

“Debitur-debitur besar ini termasuk yang usahanya adalah hotel berbintang, termasuk air-line ya dan juga restoran-restoran, ini ada beberapa yang belum buka,” jelas Wimboh. Ia berjanji, ke depan OJK akan terus memantau kinerja debitur korporasi yang terdampak sekali dengan pandemi covid-19 agar bisa bangkit dan kembali melakukan kredit.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *