in ,

DAC Ajak Seniman Berkarya Lewat NFT di Relictum

Ia menjelaskan, platform Relictum NFT adalah sertifikasi digital untuk hak atas kekayaan intelektual dan karya seni. Platform ini memiliki sistem penyimpanan aset token di crypto wallet bernama Relictum Node, sehingga lebih aman daripada menitipkan koleksi NFT di lokapasar NFT lainnya, seperti OpenSea yang belum lama ini kebobolan oleh hacker. Blog ternama Web3 is Going Great memperkirakan, nilai token yang dicuri dari OpenSea mencapai lebih dari 1,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 24,42 miliar.

“Relictum NFT sangat penting untuk memberi nilai tambah tinggi pada karya kreatif putra-putri Indonesia. Misalnya, melindungi hak cipta berbagai motif batik dan kain tenun nusantara, dan mengembangkan ekonomi digital kreatif di Indonesia. Relictum NFT akan berperan mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak di era digital,” kata Sulistya.

Baca Juga  Mengenal 5 Jenis Budaya Kerja

Ia menguraikan, NFT besutan DAC memiliki kategori ‘Relictum NFT Premium’ untuk karya seni bernilai sangat tinggi, seperti koleksi museum, seniman ternama, tokoh, artis, atlet, dan selebriti nasional maupun internasional. Selanjutnya, ‘Relictum NFT World’ untuk gambar 3D (tiga dimensi), meme, fotografi, animasi, dan seni digital karya masyarakat umum. Lalu ada pula ‘Relictum NFT Design’ untuk arsitek dan desain industri, serta ‘Relictum NFT Islam’ untuk kaligrafi dan karya seni dari kebudayaan Islam berbagai negara.

“Platform Relictum NFT sangat melindungi hak cipta dan akan menerapkan kecerdasan buatan untuk mencegah pemalsuan atau duplikasi NFT,” tambah Sulistya.

Ditulis oleh

Baca Juga  WIKA Harus Jadi Pionir Penerapan ESG Industri Konstruksi

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *