in ,

NFT Laleilmanino dan Kolektibel Warnai Industri Musik

NFT Laleilmanino dan Kolektibel Warnai Industri Musik
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kolektibel, startup asal Indonesia, mewarnai industri musik bersama Laleilmanino dengan meluncurkan non-fungible token (NFT). Laleilmanino merupakan trio produser rekaman dengan anggota vokalis RAN Anindyo Baskoro (Nino), gitaris dan kibordis Maliq & D’Essentials, Arya Aditya Ramadhya (Lale), dan Ilman Ibrahim (Ilman). Pada tahun lalu, Kolektibel sukses berkolaborasi dengan Liga Basket Indonesia (LBI) dengan menjual lebih dari 525 IBL NFT.

Chief Executive Officer (CEO) Kolektibel Pungkas Riandika menuturkan, saat ini NFT memang tengah menjadi perbincangan karena sistem jual beli aset digitalnya telah menarik minat investasi masyarakat di Indonesia. Hal itu tidak lepas juga dari tren kripto di seluruh dunia.

“Industri NFT ini sedang bergerak cukup cepat. Kami perlu merespons industri musik untuk dapat memanfaatkan peluang besar teknologi baru ini. Kami sangat berharap kerja sama ini bisa membuka adopsi NFT sebanyak-banyaknya di Indonesia,” kata Pungkas dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, pada (2/1).

Baca Juga  Kemenhub: Empat SE Syarat Perjalanan Dalam Negeri

Ia menilai, Laleilmanino telah menorehkan banyak prestasi di industri musik Indonesia seperti, lebih dari 100 lagu dalam tujuh tahun; produser rekaman terbaik versi AMI Awards tahun 2018, 2020, dan 2021; masuk ke-18 nominasi AMI Awards 2020. Selain itu, lagu Chrisye ciptaan Laleilmanino masuk dalam 10 lagu paling dicari netizen di Google selama tahun 2021 lalu. Maka tidak heran jika Kolektibel menggandeng Laleilmanino.

“Musik adalah industri yang layak ditemani oleh NFT di 2022 ini. Ini adalah bagian dari strategi Kolektibel agar NFT bisa diadopsi secepat mungkin dan semasif mungkin di Indonesia. Secara umum, platform Kolektibel menghadirkan user journey yang ramah dan mudah bagi semua orang. Sedikit berbeda dengan NFT marketplace lain di Indonesia, Kolektibel tidak menggunakan kripto sebagai metode pembayaran untuk NFT-nya, namun justru menggunakan fiat alias mata uang yang berlaku di Indonesia, yakni rupiah,” jelas Pungkas.

Baca Juga  Flip Raih Pendanaan Rp 691 M dari Investor India dan AS

Ia mengatakan, Kolektibel sudah terintegrasi dengan instrumen pembayaran digital yang populer, antara lain GoPay, OVO, virtual account perbankan, kartu debit/kredit, hingga melalui gerai Alfamart dan Indomaret.

“Langkah ini diharapkan akan menjadi breakthrough bagi orang Indonesia karena masyarakat dapat langsung mengoleksi NFT dengan cara yang mudah,” kata Pungkas.

Sementara itu, vokalis RAN sekaligus anggota Laleilmanino Nino menjelaskan, musik merupakan sebuah bentuk seni yang paling simpel, dinamis, dan dapat diterima banyak orang. Ia juga bersyukur, Laleilmanino dan Kolektibel memiliki visi dan misi yang sama.

“Kami menyadari bahwa dunia musik terus berevolusi. Kami melihat NFT bukanlah sebuah tren sesaat, melainkan era baru bagi industri musik masa depan,” kata Nino.

Baca Juga  Vaksinasi “Booster” Jadi Syarat Perjalanan dan Masuk Mal

Penasaran dengan apa yang akan dihadirkan oleh NFT Musik Laleilmanino dan Kolektibel? Anda bisa melakukan waiting list di: https://laleilmanino.kolektibel.com/waitlist

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *