in ,

Bentuk Holding, Kementerian BUMN Merger 6 Perusahaan

Bentuk Holding, Kementerian BUMN Merger 6 Perusahaan
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggabungkan (merger) enam perusahaan pangan menjadi tiga entitas bisnis, hal itu sebagai proses pembentukan holding BUMN pangan. Perusahaan yang dilebur, yaitu PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Perikanan Nusantara (Perinus) ke PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani ke PT Sang Hyang Seri (SHS).

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, bergabungnya enam perusahaan pangan diharapkan dapat meningkatkan peran di masing-masing sektor.

“Kita bersama-sama telah menyaksikan penggabungan BUMN pangan dan berkomitmen bahwa merger dari 6 BUMN pangan menjadi 3 BUMN pangan merupakan bagian dari rangkaian besar proses pembentukan holding BUMN pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia melalui revitalisasi, penyegaran, serta peningkatan kinerja yang ada di BUMN pangan,” kata Pahala dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com(3/12).

Baca Juga  KKP Gandeng KemenkopUKM Kembangkan SFV

Ia menjelaskan, merger SHS dan Pertani dapat berperan di sektor hulu dan akan memperkuat kolaborasi dengan para petani plasma untuk memproduksi beras, benih, jagung, dan produk hortikultura lainnya. Lalu, penggabungan Perindo dan Perinus ditargetkan dapat memajukan sektor perikanan melalui kerja sama dengan para nelayan maupun petambak. Sedangkan, merger PPI dan BGR Logistics diharapkan dapat saling melengkapi pada sektor trading dan logistik secara retail, baik skala domestik hingga pasar global melalui ekspor produk pangan.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, penggabungan perusahaan ini merupakan fase kedua menuju holding BUMN pangan. Di lain sisi, RNI telah dipersiapkan oleh Kementerian BUMN sebagai induk holding BUMN pangan.

Baca Juga  Indonesia Siap Masuki Era Kendaraan Listrik

“Penggabungan BUMN pangan akan memperkuat ekosistem end to end pangan, mulai hulu sektor pertanian, perikanan, peternakan, garam di hilir perdagangan dan logistik Indonesia,” kata Arief.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0