in ,

Bea Cukai Bantu UMKM Tembus Pasar Global

“Desa Wedani telah mengalami peningkatan pangsa pasar tidak hanya skala lokal, tetapi juga sampai pada di skala regional. Hal tersebut menunjukkan sinergi antara Bea Cukai, Pemda Gresik, dan UMKM dalam program Klinik Ekspor berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian Gresik,” tambah Bier.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresasi sinergi bersama Bea dan Cukai melalui program Klinik Ekspor. Ia mengungkapkan, Gresik memiliki banyak kenampakan alam, bukan hanya bukit kapur selaku bahan baku industri semen, namun juga sektor perikanan, perkebunan, dan kerajinan.

“Kepulauan Bawean punya potensi terkait dengan perikanan, seperti kerapu, lobster, udang, teripang, Olahan perikanan banyak dari situ dan sudah pernah kita ekspor. Dari perkebunan, kami punya mangga Gresik yang lebih tidak berair dan disukai oleh pasar internasional. Lalu, rotan dari Kecamatan Menganti berbentuk kerajinan kursi, keranjang, dan lain sebagainya,” ungkap Gus Yani.

Baca Juga  SMF Dorong Pembiayaan Perumahan Berkelanjutan dan Pengembangan ESG

Ia menilai, keterlibatan UMKM dalam mengolah sumber daya di Gresik sangat signifikan. Bahkan, sektor UMKM menjadi salah satu penopang kebangkitan ekonomi Gresik saat pandemi COVID-19 melanda. Dengan demikian, ia bersyukur Bea Cukai dapat membantu Kabupaten Gresik untuk mendorong UMKM melakukan ekspor.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Gresik. Untuk itu, pemerintah daerah terus berupaya untuk fokus mengembangkan UMKM di Gresik. Kami melihat UMKM yang punya potensi produk unggulan. Di sisi lain, UMKM juga berkontribusi atas pengurangan pengangguran karena orientasinya kepada padat karya. Maka, kami sosialisasikan ke masyarakat bahwa UMKM harus bangkit, harus tancap gas sekarang,” ujar Gus Yani.

Baca Juga  Catat! Jadwal Rekayasa Lalin Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *