in ,

Pentingnya Penerapan Cukai Minuman Berpemanis

Pentingnya Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
FOTO: IST

Pentingnya Penerapan Cukai Minuman Berpemanis

Pentingnya penerapan cukai minuman berpemanis. Minuman berpemanis ada dimana-mana, mulai dari pusat perbelanjaan besar di perkotaan, hinga ke warung kecil di pedesaan. Di restoran, bioskop, mesin jual otomatis, yang berada di sekitar sekolah dan bahkan dirumah sakit.Minuman bersoda, berperisa buah, teh susu mutiara atau boba, susu coklat dan minuman berenergi.

Semua minuman dengan gula tambahan sangat populer di antara anak-anak di negara manapun termasuk Indonesia. Adapun pertumbuhan terbesar dalam penjualan minuman berpemanis ini berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia.

Di sanalah para pengusaha berfokus untuk menggencarkan pemasarannya. Di Asia penjualan minuman berpemanis telah meningkat lebih dari 70% dalam dekade terakhir ini dan di Indonesia telah terjadi peningkatan konsumsi minuman berpemanis.

Baca Juga  PHR Berkontribusi Terhadap Penerimaan Negara Rp 9 T

Minuman ini dipromosikan sebagai minuman yang menyenangkan dan keren terlebih lagi harganya yang murah, jadi tidaklah mengherankan kalau anak-anak menyukainya. Di Indonesia, dua dari tiga anak-anak mengkonsumsi minuman berpemanis sebanyak satu botol atau lebih per hari.

Dimana setiap botol mengandung setidaknya 8 sendok teh gula. Itu adalah gula yang terlalu banyak dikonsumsi dalam sekali minum daripada yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia/WHO untuk sepanjang hari.

Di beberapa negara seperti di Indonesia anak-anak dapat meminumnya dua kali lebih banyak. Minuman-minuman ini memiliki efek buruk pada kesehatan anak-anak, minuman-minuman ini menyebabkan kerusakan gigi, kenaikan berat badan, obesitas dan sejumlah penyakit lainnya termasuk diabetes dan penyakit jantung.

Baca Juga  Pemindahan Ibu Kota Pacu DKI Jakarta Gali Potensi Pajak

Hal tersebut tidak dapat dibiarkan. Penerapan Cukai Minuman Berpemanis menjadi salah satu solusi untuk masalah ini. Hal ini membawa banyak keuntungan, dimana penerapan Cukai 10% pada minuman berpemanis dapat menghasilkan pengurangan sebesar 10% dalam jumlah minuman berpemanis yang dikonsumsi anak-anak dan mendorong mereka untuk berpindah ke pilihan yang lebih sehat seperti air putih yang gratis dan aman. Perusahaan juga diminta untuk lebih banyak menjual minuman dengan sedikit gula atau tanpa gula.

Dengan anak-anak minum gula yang sedikit berarti semakin sedikit kenaikan berat badan dan lebih sedikit penyakit yang ditimbulkan. Untuk pemerintah sendiri, selain mengumpulkan pendapatan dari cukai ini, berarti semakin sedikit juga pengeluaran untuk kesehatan.

Baca Juga  Lebih Dekat Dengan Pajak

Lebih dari 40 pemerintah di seluruh dunia telah mengambil kesimpulan bahwa penerapan cukai terhadap minuman berpemanis gula sangat masuk akal. Dilihat dari pengenaan cukai tersebut pada kesehatan anak-anak dan lebih banyak pengeluaran negara untuk kebutuhan yang lebih penting. Setiap anak di manapun mereka tumbuh memiliki hak atas kecukupan gizi sebagai jaminan untuk kesehatan di masa depan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings