in ,

Taiwan Tambah Insentif Pajak Perusahaan R&D

insentif pajak taiwan
FOTO : IST

Taiwan Tambah Insentif Pajak Perusahaan R&D

Pajak.com, Taiwan – Pemerintah Taiwan menambah insentif kredit pajak bagi perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di beragam sektor. Insentif kredit pajak ditingkatkan menjadi 25 persen dari biaya penelitian dan pengembangan. Adapun sebelumnya fasilitas kredit pajak ini hanya diberikan sebesar 15 persen.

“Insentif ini tidak hanya berlaku untuk pengembangan semikonduktor, melainkan juga kendaraan listrik, teknologi 5G (fifth generation), hingga satelit low earth orbit,” ungkap Menteri Perekonomian Taiwan Wang Mei Hua, dikutip dari Tax Notes International, (21/11).

Kendati demikian, pemanfaatan insentif kredit pajak dibatasi hanya sebesar 50 persen dari total Pajak Penghasilan (PPh) terutang perusahaan. Insentif kredit pajak yang diberikan Taiwan diperkirakan akan menimbulkan biaya senilai Rp 2,5 triliun per tahun.

Baca Juga  Strategi Fiskal Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Global

“Saat ini banyak negara telah memberikan subsidi dan insentif pajak guna meningkatkan produksi dalam negeri dan menarik investasi. Sebagai contoh, Amerika Serikat (AS) melalui CHIPS and Science Act akan memberikan hibah sekaligus kredit pajak senilai 80 miliar dollar AS bagi industri semikonduktor,” ungkap Wang.

Uni Eropa juga telah mengalokasikan anggaran senilai 43 miliar euro untuk meningkatkan produksi semikonduktor, yakni sebelumnya hanya 5 persen dari produksi global menjadi 20 persen pada tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan insentif tambahan dari pemerintah agar perusahaan domestik tetap berdaya saing di kancah global.

“Pemerintah perlu memberikan insentif tambahan yang relevan guna mempertahankan keunggulan Taiwan,” ujar Wang.

Baca Juga  NBA Usul “Salary Cap” Gantikan “Luxury Tax”

Sebagai informasi, Taiwan merupakan salah satu negara produsen semikonduktor terbesar di dunia. Kontribusi Taiwan itu mencapai 20 persen terhadap kapasitas produksi semikonduktor global, sekaligus menjadi yang tertinggi ketimbang negara-negara lain. Sebanyak 92 persen dari semikonduktor tercanggih di dunia merupakan semikonduktor yang diproduksi di Taiwan, utamanya berasal dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Sebelumnya, Pemerintah Taiwan telah menekankan, insentif pajak diperlukan untuk menjaga keunggulan dan daya saing Taiwan pada sektor semikonduktor.

“Kementerian perekonomian akan mengusulkan amandemen Undang-Undang Inovasi Industri untuk memperkenalkan insentif pajak baru dan kebijakan untuk memperkuat industri. Pemerintah Taiwan akan merevisi atas Undang Undang tentang Inovasi Industri tersebut akan diusulkan kepada parlemen pada akhir November 2022,” jelas Wang.

Baca Juga  Penerimaan Pajak DKI Jakarta Baru Capai 25,28 Persen

Selain insentif pajak, menurut Premier Taiwan Su Tseng Chang, Pemerintah Taiwan juga menyiapkan ketentuan khusus guna menarik para profesional industri semikonduktor yang berbasis di AS untuk bekerja di Taiwan. Aturan khusus ini bertujuan untuk mencegah pekerja sektor industri semikonduktor Taiwan pindah ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sebab, banyak perusahaan RTT selama ini yang merekrut para pekerja dari Taiwan dengan menawarkan gaji dan jabatan yang lebih tinggi.

“Pemerintah akan mengembangkan strategi untuk membantu perusahaan semikonduktor tumbuh sekaligus mempertahankan keunggulan Taiwan pada sektor tersebut,” ujar Su Tseng Chang seperti dilansir focustaiwan.tw.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *