in ,

Mengenal Apa Itu e-Tax Court, Fitur Lengkap dan Penggunaannya

Apa Itu e-Tax Court
FOTO: IST

Mengenal Apa Itu e-Tax Court, Fitur Lengkap dan Penggunaannya

Pajak.comJakarta – e-Tax Court merupakan inovasi dalam sistem peradilan pajak di Indonesia yang menggabungkan teknologi dan kecepatan. Dengan sistem berbasis elektronik ini, Wajib Pajak dapat mengajukan banding atau gugatan tanpa harus menghadiri sidang secara fisik. Proses administrasi sengketa pajak menjadi lebih efisien dan transparan, menggantikan metode manual yang seringkali memakan waktu dan tenaga. Pajak.com akan mengajak Anda untuk lebih mengenal apa itu e-Tax Court, serta fitur lengkap dan cara penggunaannya sehingga memudahkan akses keadilan pajak bagi semua pihak yang terlibat.

Apa itu e-Tax Court?

Pengadilan Pajak elektronik atau e-Tax Court diperkenalkan dalam Peraturan Ketua Pengadilan Pajak Nomor Per-1/Pp/2023 yang ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Pajak Ali Hakim pada 21 Juli 2023. Dalam ketentuan itu dijelaskan bahwa e-Tax Court adalah sistem informasi yang disediakan oleh Pengadilan Pajak, yang mencakup proses administrasi sengketa pajak dan persidangan secara elektronik. Platform ini dapat diakses oleh berbagai pihak termasuk majelis hakim, panitera pengganti, panitera muda, panitera muda pengganti, dan pegawai lainnya di Pengadilan Pajak untuk melakukan administrasi sengketa pajak dan persidangan secara elektronik.

Selain itu, beberapa pihak yang juga diwajibkan memiliki akun sebagai pengguna e-Tax Court adalah pemohon terdaftar yakni Wajib Pajak, Kuasa Hukum, atau penanggung pajak; dan termohon terdaftar yaitu pejabat yang berwenang sebagai terbanding atau tergugat. Adapun yang dimaksud pejabat yang berwenang adalah Direktur Jenderal Pajak, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Gubernur, Bupati/Wali kota, atau pejabat yang ditunjuk untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Pengadilan Pajak Tetapkan Peraturan Baru Tentang e-Tax Court

12 Fitur lengkap e-Tax Court dan cara penggunaannya

Setidaknya ada 12 fitur yang bisa Anda manfaatkan saat menggunakan e-Tax Court. Aplikasi berbasis web ini dapat diakses pada alamat etaxcourt.kemenkeu.go.id atau setpp.kemenkeu.go.id.

Dikutip dari Buku Saku e-Tax Court yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, berikut adalah 12 fitur lengkap e-Tax Court dan cara penggunaannya:

1. e-Registration 

Fitur ini ditujukan untuk pengguna baru yang ingin mendaftarkan diri sebagai pengguna e-Tax Court. Berikut cara penggunaannya:

  • Buka alamat e-Tax Court pada etaxcourt.kemenkeu.go.id atau setpp.kemenkeu.go.id kemudian klik tombol “Buat Akun”.
  • Pilih “Wajib Pajak” jika Anda mendaftar sebagai Wajib Pajak atau pilih “Kuasa Hukum” jika Anda mendaftar sebagai Kuasa Hukum.
  • Masukkan NPWP, klik tombol “Periksa NPWP” untuk memastikan NPWP Anda sudah terdaftar pada sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  • Jika NPWP Anda sesuai maka akan lanjut ke tahap berikutnya. Namun, jika tidak sesuai atau tidak ditemukan pada sistem DJP, maka Anda harus  menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda terdaftar.
  • Isi kolom “e-mail”, “Alamat Korespondensi” dan “No Telepon” yang aktif (WhatsApp) kemudian klik tombol “Lanjutkan”.
  • Unggah dokumen pendukung meliputi Surat Permohonan Registrasi, Surat Keterangan Terdaftar/NPWP, serta Surat Keputusan Izin Kuasa Hukum Pajak atau Bea Cukai.
  • Klik “Kirim” kemudian akan muncul pemberitahuan bahwa Anda berhasil mengirimkan permohonan registrasi Anda. Simpan nomor registrasi dan petugas akan melakukan verifikasi permohonan registrasi Anda. Verifikasi akan dikirimkan ke e-mail Anda maksimal 3×24 jam.
  • Setelah verifikasi, pesan e-mail akan dikirimkan untuk aktivasi akun Anda. Klik logo e-Tax Court pada e-mail untuk diarahkan ke halaman aktivasi.
  • Masukkan kata sandi yang akan Anda gunakan untuk melakukan log masuk pada aplikasi e-Tax Court.
  • Klik “Simpan”, selanjutnya akan muncul pemberitahuan penyimpanan kata sandi Anda berhasil.
  • Akun Anda telah berhasil diaktivasi, selanjutnya Anda dapat melakukan login pada aplikasi e-Tax Court menggunakan NPWP dan kata sandi yang telah didaftarkan.
Baca Juga  5 Tantangan Penggunaan e-Tax Court

2. Cek Registrasi

Cek registrasi adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengecek status proses pendaftaran akun mereka. Setelah pengguna mengajukan permintaan pendaftaran akun, mereka dapat memeriksa status verifikasi yang dilakukan oleh petugas melalui aplikasi e-Tax Court dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Buka halaman log masuk di aplikasi e-Tax Court dan klik tombol “Cek Status Registrasi”.
  • Masukan nomor registrasi yang Anda terima saat melakukan registrasi sebelumnya, klik captcha, selanjutnya klik tombol “Cek”.
  • Pemberitahuan status registrasi akun e-Tax Court Anda akan muncul.

3. Reset kata sandi

Reset kata sandi atau password merupakan fitur yang dapat dipilih apabila pengguna lupa kata sandi yang digunakan pada aplikasi e-Tax Court. Berikut cara untuk melakukan setel ulang kata sandi:

  • Buka halaman awal aplikasi e-Tax Court dan klik “Lupa Password?” pada form log masuk di sebelah kanan.
  • Masukkan nama pengguna (NPWP) dan pilih “Wajib Pajak” atau pilih “Kuasa Hukum” pada isian “Reset Password Akun e-Tax Court”.
  • Berikutnya, klik “Kirim OTP”, kode OTP akan Anda terima melalui e-mail yang telah didaftarkan pada saat registrasi awal.
  • Masukkan kata sandi baru Anda dan kode OTP yang telah diterima.
  • Klik “Simpan”, dan kata sandi Anda telah berhasil diset ulang.

4. e-Filing Banding Gugatan

e-Filing Banding Gugatan merupakan fitur untuk mengajukan permohonan banding atau gugatan secara elektronik melalui aplikasi e-Tax Court. Berikut cara untuk mengajukan permohonan Banding atau Gugatan:

  • Buka menu “Permohonan”. Pada halaman ini ditampilkan semua permohonan banding atau gugatan yang telah diajukan oleh pengguna.
  • Untuk mengajukan permohonan banding atau gugatan, klik tombol “+ Permohonan” di sebelah kanan atas.
  • Jika Anda Kuasa Hukum, isikan NPWP Wajib Pajak atau Penanggung Pajak yang menguasakan Anda.
  • Pilih “Jenis Permohonan” dan “Terbanding/Tergugat” (pihak lawan dari sengketa yang akan diajukan banding atau gugatan).
  • Masukkan “Nomor Keputusan Keberatan” yang akan diajukan banding atau gugatan.
  • Klik tombol “Cari Keputusan Keberatan”. Saat Anda menekan tombol “Cari Keputusan Keberatan”, sistem akan mencari data Keputusan Keberatan tersebut pada sistem DJP.
  • Isi formulir secara lengkap sekaligus unggah dokumen Keputusan Keberatan dan dokumen Surat Ketetapan Pajak yang telah dipindai dalam format .pdf dengan ukuran maksimal 15 megabyte.
  • Menu “Jenis Profiling”, dapat diisi sesuai dengan kategori sengketa yang diajukan dengan memilih radio button yang tersedia. Sebagai contoh: “Transfer Pricing”, “Banding Lainnya”, “Putusan Sela”, dan sebagainya.
  • Tekan tombol “Simpan” jika Anda belum ingin melanjutkan pengisian, atau tekan tombol “Berikutnya” jika Anda sudah yakin untuk ke langkah berikutnya.
  • Isi koreksi dari sengketa yang Anda ajukan banding atau gugatan.
  • Selanjutnya muncul formulir berikutnya yang berisi detail dari permohonan banding atau gugatan dan Anda dapat mengunggah dokumen yang menjadi pendukung dari permohonan Anda.
  • Masukkan nomor dan tanggal Surat Permohonan Banding atau Gugatan Anda serta unggah dokumen Surat Permohonan Banding atau Surat Permohonan Gugatan.
  • Klik “Simpan” untuk menyimpan draf permohonan atau klik “Kirim” untuk mengirim permohonan kepada Pengadilan Pajak.
Baca Juga  Cara Ajukan Banding Pajak dan Penyerahan Dokumen via e-Tax Court

5. Kuasa Hukum

Fitur Kuasa Hukum merupakan opsi yang tampil jika Anda masuk sebagai “Pemohon Banding/Penggugat” yang menampilkan daftar Kuasa Hukum yang diberikan kuasa untuk menangani sengketa yang dihadapi pemohon. Dalam fitur ini, Anda dapat menambah akses Kuasa Hukum atau mencabut akses Kuasa Hukum. Berikut cara penggunaannya:

  • Tambah akses Kuasa Hukum
  • Pilih menu “Kuasa Hukum”, pilih tombol “+ Akses Kuasa Hukum”, akan tampil isian untuk menambahkan Kuasa Hukum.
  • Isi nomor keputusan Kuasa Hukum, klik tombol “Cari Kuasa Hukum”.
  • Akan tampil pesan pengingat apabila data Kuasa Hukum ditemukan.
  • Klik tombol “Berikutnya”, isi sengketa yang akan dikuasakan tanpa menggunakan tanda baca.
  • Klik “Simpan” untuk menyimpan pemberian akses kepada Kuasa Hukum.
  • Cabut akses Kuasa Hukum
  • Pilih menu “Kuasa Hukum”, akan tampil daftar Kuasa Hukum yang telah diberikan kuasa atas sengketa pemohon.
  • Pada daftar Kuasa Hukum, klik ikon hapus pada kolom “Action”, akan tampil pesan peringatan “Apakah Anda yakin untuk menghapus akses?”.
  • Klik “Ya” untuk melanjutkan proses penghapusan akses, atau klik “Tidak” untuk membatalkan proses penghapusan akses.
  • Pesan peringatan akan kembali muncul pada layar apabila data telah berhasil dihapus.

6. Sengketa

Fitur sengketa menampilkan semua sengketa yang telah terdaftar pada e-Tax Court yang sebelumnya telah diajukan oleh pengguna. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan yang telah disampaikan oleh terbanding atau tergugat. Selain itu, pengguna juga dapat melihat permintaan Surat Bantahan yang disampaikan oleh Sekretariat Pengadilan Pajak.

Berikut cara untuk menyampaikan Surat Bantahan:

  • Pilih menu “Sengketa”.
  • Cari sengketa yang akan diajukan Surat Bantahan.
  • Klik ikon panah pada kolom “Action”. Akan ditampilkan data dan isian untuk mengajukan Surat Bantahan.
  • Buka tab “Bantahan”. Pengguna dapat membuka permintaan Surat Bantahan yang telah dikirimkan oleh Sekretariat Pengadilan Pajak.
  • Isi nomor dan tanggal Surat Bantahan serta unggah dokumen yang telah ditandatangani.
  • Klik “Simpan” untuk menyimpan data Surat Bantahan pada sistem, atau klik tombol “Kirim” untuk melakukan pengiriman data Surat Bantahan tersebut.
  • Notifikasi Surat Bantahan yang telah dikirim akan tampil pada layar.

7. Jadwal Sidang

Fitur Jadwal Sidang menampilkan informasi jadwal sidang berdasarkan panggilan sidang yang telah disusun oleh majelis. Berikut cara mengonfirmasi kehadiran sidang secara mandiri:

  • Pilih fitur “Jadwal Sidang”, pengguna diminta untuk mengisi konfirmasi kehadiran untuk sidang yang telah dijadwalkan oleh Majelis Pengadilan Pajak.
  • Tekan tombol “Konfirmasi Kehadiran” di kolom “Action” pada jadwal sidang yang pengguna ikuti. Selanjutnya akan muncul data panggilan sidang, nomor sengketa, dokumen panggilan sidang, serta data konfirmasi kehadiran yang direkam oleh pengguna.
  • Klik tombol plus warna hijau di sebelah kanan atas. Akan tampil formulir untuk merekam pihak yang akan hadir. Isikan nama, jabatan, serta surat kuasa dari pegawai atau pihak yang akan hadir.
  • Pilih nomor sengketa dan klik “Simpan”. Data konfirmasi kehadiran akan tercentang apabila data telah tersimpan.

8. Sidang Hari Ini

Fitur Sidang Hari Ini bermanfaat untuk memonitor status persidangan agar waktu tunggu sidang lebih efektif. Menu ini dapat diakses oleh Pemohon, Kuasa Hukum, Terbanding, dan internal Sekretariat Pengadilan Pajak. Berikut langkah-langkah penggunaannya:

  • Buka menu “Sidang Hari Ini”, akan tampil status persidangan atau klik tombol “Reload Data” apabila data sidang belum tampil pada layar.
  • Akan tampil daftar Pemohon Banding atau Penggugat yang akan disidangkan pada majelis dan ruang sidang yang sama dengan Anda.
  • Warna dari tiap baris daftar menunjukkan status dari masing-masing Pemohon Banding atau Penggugat.
  • Jika status Pemohon Banding atau Penggugat sudah berwarna merah (berlangsung), maka Anda disarankan bersiap-siap menuju ruang sidang ataupun mempersiapkan berkas-berkas yang dibawa dalam persidangan.

9. Putusan

Fitur Putusan dapat digunakan untuk meninjau Putusan Pengadilan Pajak yang telah dipublikasikan melalui Sekretariat Pengadilan Pajak dalam sistem e-Tax Court. Untuk mengunduh dokumen Putusan yang diinginkan, pilih opsi “Putusan”, lalu klik ikon unduh di bagian “Action” di sebelah kanan setiap sengketa.

10. Pencabutan

Fitur Pencabutan dapat digunakan oleh Pemohon Banding/Penggugat atau Kuasa Hukum untuk mengajukan pencabutan atas sengketa pajak berupa Banding atau Gugatan yang telah terdaftar di Sekretariat Pengadilan Pajak. Pencabutan yang dimaksud adalah pencabutan berkas sengketa yang masih diproses pada fase prapersidangan atau sebelum dilaksanakannya persidangan oleh Majelis Pengadilan Pajak. Pencabutan atas berkas sengketa tersebut dapat dilakukan melalui akun Pemohon Banding/Penggugat atau melalui Kuasa Hukum yang telah ditunjuk.

Berikut cara untuk mengajukan pencabutan atas berkas sengketa yang telah terdaftar di Sekretariat Pengadilan Pajak:

  • Buka menu “Pencabutan” kemudian klik tombol “+ Pencabutan” pada bagian kanan atas.
  • Pilih berkas sengketa yang akan dicabut dengan klik tombol pada kolom “Action”. Pengguna juga dapat melakukan pencarian atau filter untuk mencari berkas sengketa yang akan dicabut. Akan ditampilkan form untuk mengajukan pencabutan.
  • Isi nomor surat pencabutan dan unggah dokumen surat pencabutan.
  • Tekan tombol “Kirim” dan pengajuan pencabutan berhasil. Menu ini juga digunakan untuk melihat penetapan atas pencabutan.

11. Dokumen Sengketa

Fitur Dokumen Sengketa digunakan untuk mengunggah dokumen yang diperlukan dalam proses persidangan. Dokumen sengketa disampaikan dengan melampirkan salinan surat pengantar kepada Pengadilan Pajak melalui sistem.

Berikut cara untuk menyampaikan dokumen sengketa:

  • Buka menu “Dokumen Sengketa”.
  • Pilih berkas sengketa yang dimaksud dan tekan ikon panah pada kolom “Action” di berkas tersebut.
  • Tekan tombol “Tambah Dokumen Sengketa”.
  • Isi kolom “Nama Dokumen Sengketa”, pilih “Jenis Dokumen”, dan unggah dokumen yang diperlukan.
  • Tekan tombol “Simpan” untuk menyimpan dokumen sengketa.
Baca Juga   Cara Unggah Dokumen Sengketa Pajak dan Persidangan Melalui e-Tax Court 

12. Dokumen Persidangan

Fitur Dokumen Persidangan memungkinkan pengguna untuk mengunggah dokumen yang diperlukan selama persidangan. Pihak yang mengajukan banding atau penggugat, begitu pula pihak yang dibandingkan atau digugat, dapat melakukan penginputan dokumen persidangan yang akan ditampilkan pada akun mereka masing-masing.

Berikut cara untuk unggah dokumen persidangan:

  • Buka fitur “Dokumen Persidangan”, pilih sengketa yang akan diajukan dokumen persidangannya. Gunakan fitur pencarian ataupun penyortiran. Klik ikon mata pada kolom “Action”.
  • Klik tombol “+Unggah Dokumen Persidangan” untuk membuka formulir pengunggahan dokumen persidangan.
  • Pilih dokumen persidangan dan isi formulir “Sidang Ke” dan “Keterangan Dokumen”, kemudian tekan tombol “Selanjutnya”.
  • Unggah dokumen yang dimaksud, lalu tekan tombol “Selanjutnya”. Pengguna juga dapat menambahkan sengketa lain yang menggunakan dokumen yang sama seperti yang telah diunggah sebelumnya, sehingga tidak perlu mengunggah dokumen berkali-kali sejumlah sengketa tersebut.
  • Tekan tombol “Tambah Sengketa Lain” untuk menambahkan berkas sengketa lain, kemudian tekan tombol “Simpan”.
Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *