in ,

Komunitas Moge Ini Pastikan Anggota Patuh Pajak

Komunitas Moge Ini Pastikan Anggota Patuh Pajak
FOTO: IST

Komunitas Moge Ini Pastikan Anggota Patuh Pajak

Pajak.com, Jakarta – Komunitas Motor Gede (Moge) Medical Doctors (MedDocs) pastikan seluruh anggota patuh membayar pajak. Presiden MedDocs Indonesia Andjar Bhawono menegaskan, komunitas selalu mendorong anggotanya untuk mematuhi peraturan perpajakan, baik melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan hingga membayar pajak kendaraan maupun Pajak Penghasilan (PPh) sebagai dokter.

Sekilas mengulas, MedDocs merupakan komunitas penggemar motor gede (moge) berkapasitas mesin terkecil 400 cc, yang beranggotakan para dokter dari seluruh Indonesia. Komunitas yang berdiri sejak 2 Februari 2009 ini memiliki sekitar 500 anggota dengan 7 chapter dan 7 sub-chapter yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, seperti di Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, dan lainnya.

“Pemasukan (penghasilan) anggota MedDocs yang hampir semuanya dokter selalu dipotong langsung oleh RS (rumah sakit) dan dilaporkan ke pajak (Direktorat Jenderal Pajak). Bahkan, teman-teman dari pajak (DJP) menyatakan, dokter yang ada di MedDocs ini datanya sudah ada semua di (sistem) perpajakan. Mereka menganggap kita termasuk yang taat pajak. Karena memang kita harus patuhi setiap peraturan dan kita selalu melaporkan SPT tahunan,” ungkap Andjar dalam acara Anniversary ke-14 MedDocs, di Gold Dragon, Senayan Park, Jakarta, (12/3).

Baca Juga  Mengenal Jenis-Jenis Jalur Pengeluaran Barang Impor

Pendiri MedDocs Indonesia Hanrizal Satria juga memastikan, motor seluruh anggota MedDocs dilengkapi surat-surat resmi. MedDocs melarang dan memperingatkan anggotanya untuk tidak membeli motor bodong, termasuk motor yang mempunyai tunggakkan pajak.

“Jadi, setiap motor baru yang dimiliki anggota MedDocs selalu lengkap surat-suratnya. Kami adalah warga negara yang disiplin. Kita juga tidak membeda-bedakan motor kecil atau besar. Kita respect kepada semua bikers di Indonesia,” kata Satria.

Ia menilai, stigma negatif para pengendara moge harus segera dihilangkan. Apalagi kasus yang tengah disorot masyarakat saat ini, membuat pemilik moge dikaitkan dengan pelaku pelanggaran undang-undang tindak pidana korupsi atau pencucian uang. Padahal, menurut Satria, para anggota MedDocs setidaknya perlu waktu 10 tahun untuk memiliki moge.

Baca Juga  Mengenal “Treaty Shopping”, Dampak, dan Langkah Pencegahannya

“Untuk hal yang sensitif saat ini, kami tegaskan, kami adalah dokter-dokter yang membayar pajak. Kalau dilihat, dokter punya motor Harley-Davidson, itu kita nabungnya 10 tahun lebih untuk bisa beli itu. Kami di klub ini juga bukan untuk hura-hura, tetapi sosial. Saat kejadian bencana di mana pun kami selalu hadir,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengimbau agar MedDocs tidak berkecil hati dengan stigma negatif masyarakat. IMI mendorong supaya hobi berkendara sepeda motor dapat dihargai dan dihormati.

“Kita harus mendorong hobi ini untuk dihargai. Kita meminta agar anggota MedDocs tidak berkecil hati karena ada upaya-upaya yang menyebut kita hedonis, arogan. Padahal hobi adalah kebutuhan setiap manusia. Bayangkan kalau kita tidak memiliki hobi, pasti akan membosankan,” kata pria yang hangat disapa Bamsoet ini.

Baca Juga  DJP: Pengajuan Perpanjangan Waktu Pelaporan SPT Badan Bisa Secara “On-line”

Acara Anniversary ke-14 MedDocs ini turut dihadiri oleh sekitar 500 anggotanya, 50 komunitas moge seluruh Indonesia lainnya, serta komunitas mobil sport.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *