in ,

GMF Minta Insentif Pajak Impor Komponen Pesawat

Insentif Pajak Impor Komponen Pesawat
FOTO: IST

GMF Minta Insentif Pajak Impor Komponen Pesawat

Pajak.com, Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk Andi Fahrurrozi meminta agar pemerintah memberikan insentif pajak impor untuk komponen pesawat. Insentif pajak ini diyakini dapat membantu menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini tengah melonjak.

Sekilas mengulas, GMF merupakan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat.

“Salah satu yang kita sedang lakukan dengan asosiasi Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) adalah kita sudah berdiskusi intens dengan Kemenperin (Kementerian Perindustrian) untuk membahas bea masuk dan pajak impor untuk material dan komponen pesawat. Kalau ada insentif khusus dari pemerintah diharapkan biaya perawatan pesawat bisa berkurang bagi maskapai. Hal tersebut membantu turunnya harga tiket pesawat,” kata Andi dalam konferensi pers, (3/9).

Di sisi lain, ia memastikan, GMF terus melakukan upaya lainnya demi membantu mengakselerasi pemuilihan industri penerbangan setelah diterjang badai pandemi COVID-19. Utamanya, mengupayakan turunnya harga tiket pesawat.

“Perseroan berusaha meningkatkan efektivitas perawatan pesawat sehingga dampak positif kepada beban operasional maskapai. Tapi soal waktu pengerjaan perawatan pesawat, perusahaan memang tidak bisa diburu-buru. Salah satu masalahnya adalah pada rantai pasok pengiriman material dan komponen pesawat yang diimpor dari luar negeri,” ungkap Andi.

Baca Juga  Penerimaan PPh Pasal 21 Tumbuh Saat Badai PHK

Ia mengatakan, kini waktu pengiriman onderdil pesawat semakin panjang. Sebelum pandemi COVID-19, hanya butuh 2-3 hari untuk mengirimkan onderdil dari Eropa ke Amerika Serikat hingga ke Indonesia. Kini, waktu pengiriman bisa bertambah lama sampai sekitar 7 hari. Di sisi lain, antrean perawatan maskapai di GMF terbilang cukup panjang, khususnya maskapai lokal dan luar negeri dari kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.

GMF berencana akan memprioritaskan pengerjaan perawatan pesawat lokal, khususnya milik Garuda Indonesia Group, yakni pesawat Garuda dan Citilink. Dengan demikian, ditargetkan kedua pesawat ini dapat segera beroperasi di Desember 2022.

“Kami menargetkan bahwa pesawat narrow body Garuda Group, baik Garuda maupun 737 dan Citilink A320, semuanya bisa terbang di Desember 2022. Dan airlines domestik berjadwal yang melakukan perawatan di GMF juga sama kita targetkan selesai di Desember 2022. Jadi bisa menambah kapasitas maskapai yang beroperasi di domestik,” kata Andi.

Baca Juga  13 Perusahaan Tambang Galian C Tak Bayar Pajak

Sementara, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengungkapkan, seluruh maskapai juga mengharapkan adanya insentif pajak dari pemerintah untuk menciptakan harga tiket pesawat yang terjangkau. Salah satunya, insentif pajak untuk bahan bakar pesawat.

“Sejalan dengan Kemenhub (Kementerian Perhubungan), INACA berharap mendapatkan insentif pemerintah PPN (Pajak Pertambahan Nilai) avtur. Upaya dan inovasi lainnya tengah dilakukan maskapai salah satunya dengan dengan menambah armada. PPN avtur juga sangat dibutuhkan karena berkaitan langsung dengan biaya operasional. Penyesuaian tarif PPN memang menjadi pertimbangan Kemenkeu (Kementerian Keuangan), namun berapapun besarannya akan membantu meringankan beban operasional maskapai. Biaya avtur kurang lebih sekitar 30 persen dari beban operasional penerbangan,” ujar Denon.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menuturkan, jumlah pesawat Garuda dan Citilink akan ditambah untuk menurunkan harga tiket pesawat. Kementerian BUMN juga memastikan harga tiket pesawat yang baru nantinya akan sesuai dengan harga pasar.

“Garuda setelah restrukturisasi PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) akan mulai menambah jumlah pesawatnya kembali. Di mana sekarang Garuda dan Citilink jumlahnya hanya 61, di akhir tahun akan mencapai angka 120. Keseimbangan ini yang kita harapkan juga bisa memperbaiki harga tiket nasional,” kata Erick.

Baca Juga  Pemerintah Terus Siapkan Penerapan Pajak Karbon

Ia pun menekankan, penambahan pesawat ini merupakan momentum pemulihan Garuda usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menyetujui suntikan anggaran penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan jajaran menteri untuk segera turunkan harga tiket pesawat yang saat ini memantik peningkatan inflasi nasional. Ia meminta agar Garuda Indonesia segera menambah armada pesawat sehingga dapat membantu menahan melambungnya harga tiket pesawat.

“Di lapangan yang saya dengar juga keluhan, ‘Pak, harga tiket pesawat tinggi’. Sudah langsung saya reaksi. Pak Menteri Perhubungan, Pak Budi Karya Sumadi, saya perintah, segera ini diselesaikan. Garuda, Pak Menteri BUMN, Pak Erick Thohir juga saya sampaikan, segera tambah pesawatnya agar harga bisa kembali pada keadaan normal. Meskipun itu tidak mudah karena harga avtur internasional juga tinggi,” kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara dan juga disiarkan secara virtual, (18/8).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *