in ,

28 Instansi DJP Alami Perubahan Wilayah Kerja

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neilmaldrin Noor menjelaskan, kebijakan ini ini dilakukan sebagai akibat dari penyesuaian proses bisnis internal maupun eksternal.

“Karena adanya perubahan peraturan-peraturan terkait sehingga perlu menyesuaikan fungsi-fungsi yang melekat beserta tingkat risiko yang berkaitan. Selain itu, hal ini dilakukan untuk memperbaiki rentang pekerjaan dan beban kerja melalui penataan organisasi Kantor Pusat DJP sebagai bagian dari renstra (rencana strategis) 2020 sampai dengan 2024,” kata Neil, kepada Pajak.com, pada Sabtu siang (13/3).

Dengan demikian, DJP berharap perubahan ini dapat mengoptimalkan penerimaan pajak melalui penyelenggaraan administrasi perpajakan yang lebih efisien, efektif, berintegritas, dan berkeadilan.

“Kami juga berharap dapat mewujudkan organisasi DJP yang lebih andal,” tambah Neil.

Baca Juga  DJP Incar Pajak Pelaku Industri e-Sport

Salah satu contoh perubahan, sebelumnya KPP Pratama Kebayoran Baru Dua memiliki wilayah kerja meliputi Kelurahan Gandaria Utara, Cipete Utara, Pulo, dan Kramat Pela. Dengan berlakunya PMK/184/2020 dan KEP-28/2021, wilayah kerjanya bertambah satu kelurahan, yaitu Melawai.

Kepala KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Dua Winahju Mahartono mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan stakeholders di wilayah kerja baru. Ia yakin, dengan membangun komunikasi yang baik, KPP akan mampu berkolaborasi mengoptimalkan target penerimaan pajak.

“Kita kuatkan strategi komunikasi. Tahap lanjutan kita sampaikan pajak itu sangat penting untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, menolong semua sektor industri terdampak—UMKM (usaha mikro kecil menengah), perdagangan, dan lain-lain,” kata Winahju.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0