in ,

Uji Coba Sistem Pelaporan Transaksi Kripto

Hal senada juga diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Ia mengatakan, aset kripto sebagai komoditas memiliki potensi besar di Indonesia. Saat ini perdagangan aset kripto sudah mencapai Rp 1,7 triliun per hari atau jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pendirian bursa kripto dapat rampung pada kuartal II-2021 (April-Juni).

“Hebatnya omzetnya sepersepuluh dari omzet di BEI. Artinya, terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat crypto sebagai ruang baru yang menjanjikan.” Kata Jerry.

Melihat perkembangan itu, pemerintah akan segera meresmikan pendirian bursa kripto agar menjadi sarana perlindungan para pelaku perdagangan ini.

Baca Juga  Xaurius Luncurkan Token Kripto Berbasis Emas

“Saat ini Kemendag melalui Bappebti sedang menggodok rencana pendirian bursa kripto. Direncanakan bursa ini bisa berdiri pada semester kedua tahun ini. Jika mulus, maka bursa akan menjadi sarana bagi perdagangan resmi. Saat ini Bappebti baru mengatur jenis-jenis asset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia yang jumlahnya sekitar 229,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *