in ,

Proyek Jembatan Batam-Bintan Ditawarkan ke Investor

Proyek Jembatan Batam-Bintan Ditawarkan ke Investor
FOTO : IST

Pajak.com, Jakarta – Rencana pembangunan jembatan terpanjang Indonesia, yang menghubungkan Pulau Batam – Bintan di Kepulauan Riau sepanjang 7 kilometer akan segera terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Jembatan berkonsep tol yang sudah menjadi wacana dari tahun 2005 ini ditargetkan mulai dibangun pada 2022 mendatang dan tuntas sebelum 2024 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Proyek jembatan ini awalnya diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp 8,78 triliun. Namun, dalam perjalanannya, nilai proyek meningkat menjadi Rp 13,66 triliun. Mekanisme pembiayaan rencananya akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam hal penyediaan infrastruktur. Skema ini digunakan mengingat adanya keterbatasan APNB dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi. Saat ini pemerintah pun sudah mulai menawarkan proyek itu kepada investor.

Baca Juga  Citibank Akan Tutup Bisnis Ritel Di Indonesia

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek jembatan Batam-Bintan ini menjadi program prioritas, tidak hanya kawasan industri tapi juga sektor wisata.

“Saya juga berharap investasi Rp 13 sekian triliun segera bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan Batam-Bintan. Hal itu bisa menjadikan kawasan ini potensial bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam diskusi “Market Sounding Proyek KPBU” di Jakarta pada Kamis (6/5/2021).

Basuki berharap, keberadaan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal bisa mendorong investor masuk ke dalam proyek ini dengan membawa modal dan teknologi. Ia mengingatkan pula, dalam proses pengerjaannya harus ada kerja sama dengan pelaku UKM lokal.