in ,

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Ketiga, indeks harga konsumen (IHK) dinilai tetap terkendali. Tercatat pada Juni 2021 terjadi deflasi sebesar 0,29 persen secara month to month. Karena itu, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah.

Selain mengumumkan suku bunga acuan, Perry juga menyampaikan bahwa BI tengah mewaspadai kemungkinan tapering yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed). Khususnya risiko terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Perry menjelaskan, melihat situasi dan kondisi ekonomi Amerika Serikat saat ini, tapering kemungkinan baru terjadi pada kuartal I-2022. Sementara kenaikan suku bunga acuan mengikuti di akhir tahun. Kondisi ini pun telah respons pasar sehingga sudah mulai terjadi flight to quality, yakni investor untuk mencari aset-aset yang lebih aman sehingga ada kecenderungan mendorong dana dari negara berkembang ke luar. Hal ini memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Baca Juga  Penjualan SBN Laris Dibeli Investor Rp 10 Triliun

Perry pun memastikan, BI akan terus menjaga pasar, stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai mekanisme pasar. Sejumlah strategi pun telah disiapkan. Mulai dari intervensi langsung di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sementara untuk jangka menengah panjang, pendalaman pasar keuangan terus dijalankan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *