in ,

IWIP Maluku Utara, Serap 25 Ribu Pekerja

IWIP Maluku Utara, Serap 25 Ribu Pekerja
FOTO: BKPM

Pajak.com, Maluku Utara – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memantau Kawasan Industri Teluk Weda atau Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat (19/2). Ia memastikan kelancaran pembangunan industri pengolahan (smelter) nikel beserta fasilitas pendukungnya—pembangkit listrik dan pelabuhan (terminal khusus). Terpenting, Bahlil menjanjikan tenaga kerja domestik akan lebih banyak diserap dari proyek investasi ini.

“Saya sempat cek. Penting disampaikan bahwa isu yang menyatakan TKA (tenaga kerja asing) lebih banyak itu tidak benar. Ini sudah bagus. Di akhir tahun 2021 targetnya mempekerjakan 25.000 tenaga kerja dengan TKA tidak lebih dari 2.500 orang dan skill-nya yang tinggi. Jadi tolong kalau kita mau sayang negara, kita sayang daerah, sampaikan data yang benar. Ini penting. Agar persepsi dunia tentang iklim investasi di Indonesia itu sudah berubah, sudah mulai bagus,” ujar Bahlil, dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, pada Jumat malam (19/2).

Baca Juga  Dewan Bisnis AS-ASEAN Apresiasi Kemudahan Berusaha

Sebagai gambaran, IWIP merupakan kawasan industri terpadu pengolahan logam berat yang terletak di Lelief Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Sebelumnya, kawasan yang memiliki luas 2.600 hektare ini ini berjalan stagnan selama 24 tahun. Namun, sekitar dua tahun ini proyek berjalan maraton sejak Presiden Joko Widodo menetapkan IWIP sebagai salah satu dari sembilan kawasan industri prioritas Nasional di luar Pulau Jawa.

“Kawasan IWIP berada di lokasi yang sangat strategis antara bahan baku, industri, pembangkit listrik, dan pelabuhan. Bahlil yakin kawasan industri dengan nilai investasi mencapai  5 miliar dolar AS pada tahap pertama ini akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan di wilayah ASEAN. Sebab perencanaan investasi dan eksekusi yang komprehensif dan efisien,” yakin Bahlil.

Baca Juga  3 Strategi Tingkatkan Instrumen Keuangan Berkelanjutan

Tak kalah penting, pemerintah juga memastikan kemudahan perizinan, insentif, dan segala rupa fasilitas bagi investor.

“Jadi tujuan saya kesini memastikan izin yang kita kasih berjalan atau tidak. Insentif fiskal yang kita kasih berjalan atau tidak. Perencanaan yang mereka kasih ke BKPM, sama atau tidak realisasinya. Baru kita berbicara investasi berkualitas. Apakah arah Presiden tersebut sudah tercipta di sini atau tidak?” ungkap Bahlil.

Sementara itu, Presiden Direktur IWIP Xiang Binghe melaporkan, IWIP berkembang pesat seiring dengan semakin banyaknya pembangunan smelter.

“Di kawasan IWIP yang sudah berada di tahap konstruksi dan produksi, dan juga dimulainya beberapa proyek baru. Saya berterima kasih kepada Pak Bahlil dan timnya yang telah banyak support kami sehingga progress proyek kami bisa berjalan cepat selama 20 bulan belakangan,” kata Binghe.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *