in ,

Luhut Undang Australia untuk Kembangkan Baterai

Luhut Undang Australia untuk Kembangkan Baterai
FOTO : IST

Luhut Undang Australia untuk Kembangkan Baterai

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan kunjungan kerja ke Australia pada pekan lalu. Dalam kunjungan itu, Luhut bertemu dengan Menteri Perindustrian Australia serta para akademisi dari Australia National University. Luhut mengajak Australia untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik.

Melalui akun Instagramnya, Luhut mengaku telah menceritakan bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh dan resilien di tengah gejolak perekonomian global dan pandemi COVID-19. Menurut Luhut, salah satu kunci pertumbuhan itu adalah hilirisasi industri.

“Ini semua karena kita fokus mengembangkan industri hilir yang bertujuan meningkatkan nilai tambah kekayaan alam kita,” tulis Luhut pada akun Instagramnya, dikutip Pajak.com,  Senin (20/2/2023).

Baca Juga  3 Alasan APINDO Tolak Pemotongan Gaji Pegawai untuk Tapera

Pada pertemuan dengan Pemerintah Australia, menegaskan bahwa saat ini Indonesia jauh lebih berkembang dari yang mereka pikirkan.

Sementara itu, kepada para akademisi dan peneliti dari Australia National University, Luhut mengungkapkan soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh pasca-pandemi COVID-19 di tengah banyaknya negara lain yang tertekan karena krisis pangan dan energi. Ia pun mengundang para peneliti tersebut bersama rombongan Menteri Perindustrian Australia Madeleine berkunjung ke Indonesia untuk melihat kondisi Indonesia. Luhut juga berharap para peneliti dan pejabat Australia itu melihat sendiri bagaimana transfer teknologi yang terjadi lewat dibangunnya beberapa politeknik industri di  Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Baca Juga  Gaji Ke-13 ASN Cair! Cek Rincian, Komponen, dan Besarannya

“Saya ingin kalian percaya bukan hanya dari cerita saya maupun informasi-informasi yang beredar di media ataupun media sosial saja, tetapi harus melihat sendiri bagaimana transfer teknologi yang kami lakukan,” kata Luhut.

Luhut menjabarkan, Indonesia kini memiliki tenaga kerja lokal yang terdidik dan terampil dalam mengoperasikan mesin-mesin industri. Oleh sebab itu, Indonesia tidak perlu mendatangkan lagi tenaga kerja dari luar negeri yang menelan lebih banyak biaya.

Luhut juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah membuktikan keberhasilan pembangunan infrastruktur dengan SDM yang terdidik dan terampil.

We’re not banana republic. Indonesia sudah jauh lebih berkembang daripada yang Anda tahu sebelumnya,” kata Luhut. Ia berharap dengan kunjungan langsung itu akan memunculkan saling kepercayaan, yang saling dibutuhkan kedua belah pihak.

Baca Juga  Tahapan Pilkada Serentak 2024: Jadwal dan Proses Penyelenggaraan

Sebagai informasi, istilah banana republik kerap disematkan kepada sebuah negara kecil dan miskin yang sering kali bergantung pada satu ekspor atau sumber daya yang terbatas, diatur oleh rezim otoriter dan dicirikan oleh korupsi dan eksploitasi ekonomi oleh perusahaan asing yang bersekongkol dengan pejabat pemerintah daerah.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *