in ,

KKP Pamerkan Produk Perikanan Indonesia di Seafood Expo AS

KKP Pamerkan Produk Perikanan Indonesia di Seafood Expo
FOTO : IST

KKP Pamerkan Produk Perikanan Indonesia di Seafood Expo AS

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pamerkan Produk Perikanan Indonesia di Seafood Expo di Boston, Amerika Serikat (AS) selama pertengahan Maret ini. SENA merupakan pameran seafood terbesar di wilayah AS dan dihadiri lebih dari 50 negara. Mayoritas pengunjung pameran itu meliputi importir, processor, wholesaler, distributor, catering, food service, grocery, manufaktur dan profesional di industri seafood lainnya.

Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP Ishartini mengatakan kepesertaan Indonesia di pameran ini merupakan langkah nyata KKP dalam memperkuat pasar ekspor dan branding produk perikanan.

“Selama mengikuti pameran di Boston, perwakilan KKP akan melakukan sejumlah pertemuan dengan Sustainable Fisheries Partnership (SFP), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), National Fisheries Institute (NFI), dan International Pole and Line Foundation (IPNLF),” kata Ishartini dalam keterangan tertulis dikutip Pajak.com, Senin (20/3).

Baca Juga  Menkominfo: IDTH Depok untuk Kemajuan Digital Indonesia dan Asia Tenggara

Sementara itu, perwakilan Indonesia di SENA 2023 yang juga Direktur Logistik Ditjen PDSPKP Berny A Subki mengungkapkan, pertemuan Indonesian snapper-grouper supply chain roundtable kerja sama dengan SFP juga dilakukan untuk mempertemukan pembeli dan pemyuplai produk kakap dan kerapu, serta mempromosikan produk kakap-kerapu Indonesia yang berkelanjutan di pasar global.

Kemudian, dalam pertemuan dengan Director NOAA Fisheries Office of International Affairs and Seafood Inspection Alexa Cole, KKP mengonsultasikan terkait aturan undang-undang perlindungan mamalia laut atau marine mammal protection act yang diberlakukan AS. Secara umum, aturan tersebut berisi ketentuan-ketentuan untuk mengurangi mamalia laut yang tertangkap terluka atau mati (bycatch) akibat dari proses penangkapan ikan komersial yang diekspor ke AS.

Baca Juga  KADIN Luncurkan Lembaga Mediasi Sengketa Bisnis

Menurut Berny, ajang SENA 2023 ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke pasar global dan khususnya ke AS yang pada tahun 2022 pasar AS sedikit melambat akibat pelemahan ekonomi global. Namun, pada tahun 2023 diperkirakan akan kembali membaik.

“Oleh karena itu, dengan partisipasi Paviliun Indonesia pada SENA 2023 diharapkan dapat merebut peluang pasar tersebut dengan menunjukkan bahwa produk Indonesia tak kalah dengan negara lain dari sisi mutu dan keamanan produk, serta persyaratan pasar lainnya” ujar Berny.

Saat ini KKP telah memfasilitasi Paviliun Indonesia dengan costumized design booth seluas 1.600 sqf. Untuk menarik minat pengunjung, booth Indonesia berisi materi promosi seperti buku profil peserta, brosur, video promosi, goody bag, serta demo masak.

Baca Juga  Prabowo Beberkan 5 Prioritas Strategi Pembangunan Indonesia

Dalam kegiatan ini, KKP memboyong 14 eksportir yang akan memamerkan dan menjual produk perikanan utama Indonesia, baik dari hasil budidaya maupun tangkap, seperti udang kupas beku, daging rajungan/kepiting kaleng, fillet tilapia beku, tuna beku dan segar, tuna kaleng, dan lain-lain.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *