in ,

Inovasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap ikan bernama bubu lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.

Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang sebelumnya memakai alat tangkap bubu tradisional yang terbuat dari bambu, dimana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan dan juga tidak tahan lama.

Selain Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna. Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Menteri Trenggono mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap ramah lingkungannya. Ia juga mengimbau agar nelayan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru.

Baca Juga  Kemenperin Ciptakan Wirausaha di Lingkungan Pesantren

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono juga meninjau sejumlah lokasi di BBPI Semarang, diantaranya ruang training center, laboratorium uji mesin kapal, ruang workshop untuk perbengkelan, ruang peraga yang digunakan untuk maket (bentuk tiruan dalam tiga dimensi) alat-alat tangkap ikan, serta laboratorium uji benang untuk uji tarik benang jaring alat tangkap ikan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *