in ,

“Holding” Ultra Mikro Permudah Akses Permodalan

“Holding” Ultra Mikro Permudah Akses Permodalan UMi dan UMKM

Pajak.com, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) mendukung pembentukan Holding Ultra Mikro yang diinisiasi oleh Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN). Rencananya, tiga perusahaan yang akan disatukan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menuturkan, merger ketiga perusahaan ini diyakini akan memberi manfaat bagi usaha ultra mikro (UMi) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), utamanya mempermudah akses permodalan. Sebab nantinya pelayanan akan terintegrasi di seluruh pelosok negeri. Misalnya, daerah-daerah yang belum terjangkau oleh outlet Pegadaian dapat dilayani di kantor cabang BRI, agen BRIlink, dan PNM.

Holding ini juga akan menciptakan efisiensi karena penggunaan teknologi dapat dilakukan secara terintegrasi. Dengan integrasi ini maka transaksi nasabah ketiga perusahaan semakin cepat, akurat, mudah dan hemat. Di sisi lain ketiga institusi juga bisa saling memanfaatkan gedung kantor atau outlet dan agen masing-masing perusahaan untuk memasarkan produk secara cross selling,” kata Kuswiyoto, melalui siaran pers yang diterima Pajak.com. 

Kuswiyoto juga optimistis, Holding Ultra Mikro memberikan dampak positif, tidak hanya sektor UMi dan UMKM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ketiga perusahaan.

Baca Juga  Gojek dan Tokopedia Bergabung Bentuk GoTo Group

“Karyawan juga tidak perlu khawatir karena holding tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti PHK (pemutusan hubungan kerja), penutupan outlet ataupun pengurangan pendapatan. Bahkan, sebaliknya jika bisnis semakin sehat maka kesejahteraan karyawan pun semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan restu dari sejumlah otoritas, yakni dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan Komite Privatisasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Alhamdulillah dari audiensi kami dan rapat-rapat yang ada di berbagai pihak saat ini kami sudah mendapat dukungan,” kata Erick.

Baca Juga  Mendag Apresiasi Pengesahan UU AAEC oleh DPR

Dengan demikian, ia merencanakan, Holding Ultra Mikro akan dapat diresmikan sekitar kuartal III/2021 atau pada September 2021 mendatang. Pemerintah menargetkan bisa menjangkau 29 juta UMi atau UMKM setelah rencana ini terealisasi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0