in ,

Forum G20 JFHTF Fokus Bahas Dana Perantara Keuangan

Forum G20 JFHTF Fokus
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan RI melanjutkan penyelenggaraan Pertemuan G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) ke-4, secara virtual. Salah satu pokok bahasan diskusi dalam pertemuan sesi pertama yaitu Proposal Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF) untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respons (prevention, preparedness, and response/PPR) pandemi.

Dalam forum itu, co-chair sekaligus Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra menyampaikan, proposal ini merupakan salah satu proposal WHO untuk memperkuat sistem Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan (HEPR) dalam kerangka instrumen baru, dan salah satu isu yang perlu dibicarakan lebih lanjut dari hasil pertemuan JFHTF ketiga.

Baca Juga  Ragam Insentif Jadi Momentum Tepat Memiliki Rumah

Mengenai perkembangan Dana Perantara Keuangan Bank Dunia atau FIF untuk PPR Pandemi, pemerintah Indonesia merencanakan untuk turut berkontribusi, mengingat begitu pentingnya FIF sebagai bentuk konkret keluaran G20 yang juga memperkuat komitmen Indonesia sebagai Presidensi G20.

“Indonesia dapat memanfaatkan pendanaan yang tersedia di FIF untuk PPR pandemi sehingga dapat menerima manfaat langsung dari kontribusi yang akan dibayarkan untuk mendukung transformasi sektor kesehatan di Indonesia,” ujar Wempi dikutip Pajak.com, Jumat (3/5).

Katanya, Indonesia dapat memanfaatkan pendanaan yang tersedia di FIF untuk PPR Pandemi, dan dapat pula menerima manfaat langsung kembali dari kontribusi yang akan dibayarkan untuk mendukung transformasi sektor kesehatan di Indonesia. Adapun JFHTF di bawah G20 bersama dengan sekretariat JFHTF memainkan peran penting dalam mendukung koordinasi kesehatan dan keuangan guna mewujudkan PPR terhadap pandemi dan keadaan darurat kesehatan lainnya, serta sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional.

Baca Juga  Indonesia Dorong Negara Asia Pasifik Berdayakan UMKM

Wempi pun menjelaskan, pertemuan ini adalah pertemuan terakhir jelang pertemuan pertama JFHTF tingkat menteri pada bulan Juni dan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral berikutnya pada Juli mendatang.

“Oleh karena itu, pertemuan hari ini merupakan tonggak penting dalam menyampaikan mandat dan memastikan dunia lebih siap untuk menghadapi pandemi berikutnya,” kata Wempi.

Pertemuan keempat JFHTF dihadiri oleh seluruh anggota G20, negara undangan, serta organisasi internasional, seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia (WB), dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Pada pertemuan ini, bertindak sebagai co-chair dari Indonesia adalah Wempi Saputra dan Sekretaris Jenderal Menteri Kesehatan RI Kunta Wibawa, bersama dengan Kementerian Keuangan serta Kementerian Kesehatan Italia selaku Ketua Bersama JFHTF.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0