in ,

Demi Mengurangi Kerugian Tempat Wisata Ditutup

Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Gadjah Mada Bayu Satria Wiratama telah mengingatkan risiko pembukaan tempat wisata di tengah libur Idulfitri. Sebab hal itu tidak koheren dengan kebijakan pelarangan mudik.

Bayu kembali mengingatkan, meskipun program vaksinasi telah berjalan, potensi penularan Covid-19 masih sangat tinggi. Apalagi ada potensi besar munculnya varian baru Covid-19 di tanah air. Hal itu karena penularan virus ini masih aktif dan cukup luas di Indonesia, sehingga Covid-19 berpotensi terus bermutasi. Seperti diketahui, Covid-19 merupakan tipe virus RNA (ribonucleic acid) atau seperti virus influenza yang mudah bermutasi.

“Dampak paling serius adalah kita akan terus menerus mengembangkan vaksin. Sebab mutasinya tidak pernah bisa secara efisien dihentikan oleh vaksin sebelumnya dan penularan akan terus berlanjut,” jelasnya.

Baca Juga  3 Usul Kebijakan Akselerasi Penggunaan Kendaraan Listrik

Bayu menyarankan pemerintah untuk terus meningkatkan strategi 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Sementara masyarakat patuh melaksanakan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, serta menghindari kerumunan.

“Mutasi virus ini bisa terjadi karena 3T dan 5M yang masih lemah. Walaupun mutasi terjadi sifat penularannya sama, jadi tetap bisa dicegah dengan 5M,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *