in ,

Demi Mengurangi Kerugian Tempat Wisata Ditutup

“Masyarakat kita tidak punya kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi. Bahaya kita bisa tambah banyak (positif Covid-19) setelah Lebaran ini, sampai kapan ruginya (sektor pariwisata) kalau Covid-19 tidak selesai-selesai. Menurut saya tempat wisata lebih baik ditutup sementara,” jelas Adi.

Di tengah pandemi, Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) berupaya melakukan edukasi ke pengelola wisata untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Namun, saat Idulfitri jumlah wisatawan tidak dapat diprediksi, sehingga pengawasan tak terkendali.

“Lebih baik tutup semua sementara. Apalagi yang tidak berbayar atau yang murah. Walapun saya memahami, semua orang ingin berlibur, sumpekdan sudah menjadi tradisi selama liburan mau pergi jalan jalan bersama keluarga,” kata Ngadiman.

Baca Juga  Transaksi “Fintech” Meningkat, LPS Perkuat Regulasi

Selain itu, Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengatakan, pihaknya menerima keputusan pemerintah menutup sejumlah tempat rekreasi di Ancol. Pihaknya, justru akan mengevaluasi dan melakukan sterilisasi seluruh unit, seperti Dufan, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventure, Allianz Ecopark. Pengelola berjanji akan menambahkan signage dan tali pembatas pelarangan berenang di area pantai dan tali pembatas untuk jaga jarak di area promenade.

“Kami melakukan disinfeksi seluruh area dan evaluasi penguatan penerapan protokol kesehatan di seluruh kawasan,” kata Sahir dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (16/5).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *