in ,

Bappenas: Target Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3-5,7 Persen di 2024

bappenas pertumbuhan ekonomi
FOTO: IST

Bappenas: Target Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3-5,7 Persen di 2024

Pajak.com, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyebutkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada dalam kisaran 5,3-5,7 persen di tahun 2024. Target pertumbuhan ekonomi ini telah disepakati pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024 yang mengusung tema Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

“Tahun 2024 pemerintah akan fokus pada penuntasan dan pencapaian target sasaran pembangunan nasional. Tentunya ini akan sangat dipengaruhi oleh pembangunan di daerah dan kerja sama dengan pihak swasta. Pada tahun 2024 kita perlu fokus pada penuntasan dan pencapaian target sasaran pembangunan nasional,” ujar Suharso dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah (Musrenbang RKP) 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, (16/5).

Baca Juga  Gaji Ke-13 ASN Cair! Cek Rincian, Komponen, dan Besarannya

Selain itu, pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan pada tahun 2024 berada di posisi 6,5-7,5 persen. Sementara, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dipatok sebesar 5-5,7 persen dan rasio gini berada di level 0,347-0377. Kemudian, indeks pembangunan manusia (IPM) diharapkan mampu mencapai posisi 73,99-74,02 persen. Penurunan emisi gas rumah kaca ditargetkan mencapai 27,27 persen, sedangkan nilai tukar nelayan berada pada kisaran 107-110 dan nilai tukar petani di kisaran 105-108.

Menurut Suharso, Pemerintah Indonesia telah menyusun beberapa arah kebijakan RKP tahun 2024, antara lain pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, revitalisasi industri dan penggunaan riset terapan, penguatan daya saing usaha, serta  perdagangan karbon dan transisi energi.

Di sisi lain, pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan melaksanakan pemilu 2024.

Baca Juga  World Water Forum Bawa Bali jadi Sorotan Dunia

“Kita harapkan (IKN Nusantara) menarik persebaran penduduk, sehingga dia tidak hanya padat di Jawa, tapi masuk ke pusat-pusat pertumbuhan baru,” tambah Suharso.

Selanjutnya, RKP 2024 akan dilanjutkan dengan 16 major project. Penekanan major project akan menjadi arah kebijakan utama RKP, yang diantaranya mengenai percepatan penurunan kematian ibu dan stunting, akses air minum perpipaan, serta reformasi sistem perlindungan sosial dan lainnya.

Selain itu, Bappenas memproyeksi, pertumbuhan penduduk di Indonesia akan mencapai 324 juta orang pada tahun 2045. Suharso menjelaskan, hal itu merupakan hasil perhitungan dengan proyeksi trend business as usual. Dengan demikian, Indonesia masih menduduki posisi ke-6 dengan populasi penduduk terbesar pada tahun 2045.

“Ada peningkatan 54,42 juta penduduk jika dibandingkan dengan 2020, tapi pertumbuhan penduduk hanya 0,67 persen setiap tahunnya, melambat terus. Struktur penduduk (dunia) saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Pada 2023, India akan menjadi negara dengan penduduk terbanyak menggantikan Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok/RTT). Negara itu (RTT) sudah mengalami pertumbuhan penduduk negatif sejak 2021 yang lalu,” ungkap Suharso.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sepakati Rincian Asumsi Dasar Makro 2025

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *