in ,

Korsel Bangun Pusat Layanan Kendaraan Listrik di Indonesia

korsel pusat layanan kendaraan listrik
Foto: Kementerian ESDM

Korsel Bangun Pusat Layanan Kendaraan Listrik di Indonesia

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) resmi memulai pembangunan pusat layanan (service center) kendaraan listrik bernama e-Mobility Center, di Balai Besar dan Survei Pengujian (BBSP) Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (KEBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta. Pembangunan e-Mobility Center ini merupakan wujud implementasi perjanjian kerja sama record of discussion (RoD) installation of solar charged e-vehicle system in Indonesia yang telah disepakati kedua belah pihak pada 2 November 2022 lalu.

“Pendirian pusat layanan ini merupakan hasil kolaborasi kedua negara yang bertujuan untuk berkontribusi bersama pada pengurangan emisi di sektor transportasi dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan,” kata Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana dalam acara Ground Breaking Ceremony for Indonesia-Korea e-Mobility Center, (16/5).

Baca Juga  Jokowi Bentuk Satgas Pemberantasan Judi "On-line", Ini Tugas dan Susunannya

Ia menjelaskan, titik awal RoD installation of solar charged e-vehicle system in Indonesia terdiri dari tiga fasilitas utama, yaitu pusat layanan kendaraan listrik, bengkel konversi sepeda motor, dan stasiun pengisian kendaraan listrik.

“Untuk e-Mobility Center, akan berfungsi sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia, belajar dan membiasakan diri dengan teknologi kendaraan listrik dan perkembangannya,” kata Dadan.

Pemerintah Indonesia optimistis,  e-Mobility Center akan menjadi role model sekaligus sarana pelatihan bagi seluruh bengkel kendaraan konvensional di Indonesia, sehingga dapat beradaptasi untuk melayani kebutuhan kendaraan listrik masyarakat.

“Hari ini menjadi tahap yang penting dan signifikan dalam upaya percepatan transisi energi Indonesia menuju net zero emission 2060. Pada tahun ini, Pemerintah Indonesia menargetkan 50 ribu sepeda motor dapat dikonversi. Kami terus memajukan program ini dengan membuat aplikasi on-line dan menyiapkan pelatihan bagi pihak terkait di seluruh Indonesia,” ujar Dadan.

Baca Juga  Defisit APBN 2024 Diproyeksi Bertambah Rp 86,9 T dari PDB, Sri Mulyani Beberkan Penyebabnya

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Satu Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korsel Youngjin Jang menegaskan, Pemerintah Korsel berkomitmen mendukung penuh upaya mewujudkan daya saing industri kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah Korsel berharap sinergi kedua negara dapat berkontribusi terhadap kebutuhan kendaraan listrik di dunia.

” e-Mobility Center yang kita lihat akan membuka lembaran baru dalam kerja sama industri e-mobility ke depan. Para insinyur dan mahasiswa akan dipertemukan di pusat kerja sama ini untuk melakukan riset tentang teknologi e-mobility. Selain itu, para pengambil kebijakan akan bertukar pikiran mengenai kebijakan yang dapat membudayakan e-mobility di Indonesia,” ujr Youngjin.

Dengan demikian, Korsel berharap, pusat layanan ini menjadi salah satu pilar penting dalam memajukan industri kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah Indonesia serta Korsel akan terus memperkuat kerja sama untuk mendukung energi hijau secara berkelanjutan.

Baca Juga  Pilih Rasio Utang Jadi 50 Persen atau Defisit Fiskal 0 Persen? Ini Analisis APINDO

“(Di) Indonesia dan Korsel akan dibangun juga beberapa stasiun pengisian kendaraan listrik umum bertenaga surya sebagai langkah nyata komitmen mempercepat transisi energi,” tambah Youngjin.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *