in ,

APBN Berfungsi Optimal Selamatkan Kontraksi Ekonomi

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa menambahkan, tren pemulihan kembali terjadi pada tahun 2021. Hal itu dapat terlihat dari kinerja manufaktur indonesia kembali menguat. Purchasing managers index (PMI) manufaktur kembali mencatatkan rekor 54,6, naik dari bulan sebelumnya yakni 53,2.

“Pertumbuhan pada output dan new orders terus berlanjut seiring dengan pulihnya ekonomi. Hal ini mendorong optimisme bisnis terus terjaga ke depannya. Tren pemulihan konsumsi masyarakat juga terus menguat, hal ini tercermin dari tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai kembali ke level optimis dan jauh melampaui awal pandemi, sejalan dengan tren mobilitas masyarakat,” jelas Kunta.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh kementerian keuangan pada bulan April 2021 mengungkapkan, konsumen menggunakan 74,4 persen penghasilannya untuk konsumsi—lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun 2020 sebesar 68,7 persen. Kemudian, indeks penjualan ritel hingga belanja negara pada April tumbuh sekitar 15,9 persen, impor bahan baku dan barang modal juga tumbuh 33,2 persen dan 11,6 persen.

Baca Juga  100 Nelayan Magelang Dilatih Hasilkan Produk Olahan Ikan

“Intinya disini indikator-indikator tren-nya adalah pemulihan, baik dari segi produksi maupun konsumsi. Meskipun kita sampaikan kewaspadaan tetap harus ada,” kata Kunta.

Ia memastikan, pemerintah akan terus bekerja keras mengupayakan pemulihan ekonomi pada tahun 2021 dengan beberapa kebijakan, khususnya terkait perlindungan sosial dengan total alokasi anggaran Rp 148,27 triliun; sektor kesehatan (penanganan Covid-19 dan vaksinasi) sebesar Rp 172,8 triliun atau naik 175,6 persen; dan stimulus lainnya.

Namun, pemerintah dan masyarakat harus memperkuat kerja sama dalam mengendalikan angka penularan Covid-19. Sebab terjadi peningkatan angka positif Covid-19 pada kisaran 5000-6000 per hari sejak tanggal 20 Mei 2021 atau periode setelah lebaran.