in ,

ADB Dukung Pengembangan Energi Hijau di Indonesia

“Saat ini isu perubahan iklim telah masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024 dan pemerintah telah menetapkan rencana aksi nasional, baik mitigasi maupun adaptasi. Dalam waktu dekat, kami akan menggunakan fase pemulihan ini pasca-pandemi Covid-19 untuk mengejar agenda iklim dan keberlanjutan kami,” kata Sua.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menambahkan, saat ini sangat penting merencanakan strategi pendanaan untuk untuk mencapai target NDC, terutama bagi emerging countries seperti Indonesia.

“Banyak inisiatif yang telah kita lakukan (terkait pendanaan), tidak hanya saat ini tetapi sejak beberapa tahun yang lalu. Sehingga ketika berbicara pemulihan hijau, Indonesia telah melakukan berbagai upaya tersebut. Kita harus memanfaatkan momentum pandemi ini untuk bisa pulih dengan lebih hijau,” ujar Febrio.

Baca Juga  Sandiaga Targetkan Devisa Pariwisata 2022 Rp 24 Triliun

Menurutnya, Indonesia tengah menyusun kerangka kerja fiskal perubahan iklim (climate change fiscal framework/CCFF) untuk memperkuat pembiayaan berkelanjutan demi mencapai sustainable development goals (SDGs), NDC, dan emisi nol karbon.

“CCFF akan menetapkan strategi kebijakan untuk memobilisasi pembiayaan publik dan swasta untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan kerangka ini, insentif fiskal, subsidi, dan pajak semuanya akan diarahkan untuk menciptakan lingkungan investasi yang menguntungkan bagi sektor hijau,” kata Febrio.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *