in ,

3 Langkah Mengatasi tantangan UMKM di Era Digital

3 Langkah Mengatasi tantangan
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan, digitalisasi merupakan game changer untuk membangun akses keuangan yang lebih inklusif. Lebih spesifik lagi, transformasi digital juga menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan akses keuangan yang menjangkau kaum perempuan, kaum muda, dan UMKM. Khusus untuk UMKM, menurut Perry ada tiga langkah krusial untuk mengatasi tantangan yang umumnya dialami UMKM, yaitu keterbatasan kemampuan ekonomi, literasi keuangan, dan akses infrastruktur digital.

Pertama, menurut Perry adalah melalui langkah pemberdayaan ekonomi, termasuk mendorong kaum perempuan agar bisa menjadi pengusaha mikro. Langkah kedua adalah meningkatkan kapasitas, produktivitas, literasi dan pengelolaan keuangan melalui edukasi yang didukung inovasi dan digitalisasi proses bisnis sehingga UMKM lebih berdaya dan kompetitif.

Baca Juga  Industri Pengolahan Diprediksi Meningkat pada Kuartal II

“Langkah ketiga, dalam mengatasi keterbatasan tersebut adalah harmonisasi kebijakan,”  kata Perry dalam acara seminar internasional daring “Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth melalui kanal YouTube resmi BI dikutip Kamis (12/5/22).

Pada acara yang juga dihadiri secara daring oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati itu, Perry menjelaskan, harmonisasi kebijakan itu antara lain diwujudkan BI melalui dukungan terhadap UU Cipta Kerja. Contohnya adalah regulasi terkait penyederhanaan proses perizinan dan mendukung ekosistem UMKM dan e-commerce untuk mendorong akses UMKM ke pasar domestik dan global.

Baca Juga  Pembentukan Badan Pangan Perlu Dibarengi Kewenangan

Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, selama ini perempuan masih terkendala masalah jaminan. Ia juga menilai, lembaga pembiayaan cenderung memandang sebelah mata kaum muda dan UMKM sehingga mereka sulit mengakses pembiayaan. Kondisi ini menurut Sri Mulyani perlu mendapat perhatian dan respons kebijakan.

“Digitalisasi inklusi keuangan, sebagai salah satu agenda Presidensi Indonesia G20 2022, dapat berperan banyak untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, I Gusti Ayu Bintang Darmawati membeberkan, perempuan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari jumlah populasi dan perannya yang besar di sektor UMKM. Untuk itu, pemerintah telah membuat berbagai program untuk meningkatkan kesetaraan gender, kewirausahaan, dan keuangan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan bagi perempuan serta desa ramah perempuan-anak.

Baca Juga  Produk Industri Otomotif Indonesia Tembus Pasar Australia

Pemerintah juga membuat kerangka pengaturan yang meliputi strategi nasional inklusi keuangan perempuan, regulasi yang mendukung wirausaha perempuan, dan peningkatan akses kredit UMKM.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0