in ,

Robert Pakpahan, dan Roda Reformasi Perpajakan

Robert Pakpahan, dan Roda Reformasi Perpajakan
FOTO: Robert Pakpahan

Pajak.com, Jakarta – Di kancah perpajakan, nama Robert Pakpahan sudah tak asing lagi. Saat ini menjabat sebagai Senior Advisor TaxPrime, salah satu sosok yang bakal menjadi narasumber pada acara webinar TaxPrime bertajuk “Implikasi Pandemi COVID-19 Terhadap Dokumentasi Harga Transfer, Potensi, Dan Pencegahan Sengketa” pada Kamis, (25/2/21) mendatang.

Sejak muda, Robert Pakpahan telah berkarier sebagai birokrat di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sekitar tahun 1982, pria kelahiran Tanjung Balai, Sumatera Utara pada 20 Oktober 1959 ini berhasil menyelesaikan pendidikannya di program diploma (prodip) III Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang kini bernama Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Setelah lulus, ia ditempatkan sebagai pelaksana di Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan—sekarang Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama.

Baca Juga  RUU HPP Sesuaikan Kebutuhan di Era Digital

Jangan dibayangkan kondisi kantor pajak zaman itu senyaman dan secanggih saat ini. Saat itu modernisasi kantor pajak belum terjadi. Menurut Robert, saat itu tata kelola kantor masih serba manual. Sistem perpajakan pun masih official assement.

“Dulu masih kuno, enggak ada komputer. WP datang ditulis di buku—jadi bisa gampang diubah. Dulu, pelayanan pajak mana ada yang tanya lewat twitter. Pembayaran (pajak) masih manual ke bank,” kisah Robert kepada pajak.com.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0