in ,

Usulan Tarif Baru PPh Tahun 2022, Apa itu PPh?

Adapun jenis PPh yang berlaku di Indonesia, yaitu:

  • PPh Pasal 21. Jenis pajak ini dikenakan atas segala penghasilan yang dilakukan dengan cara memotongnya secara langsung. WP penerima penghasilan berhak mendapat bukti potong PPh 21 itu. Contoh subjek PPh 21 adalah pegawai, penerima pensiun, dan sebagainya.
  • PPh Pasal 22. Merupakan cicilan PPh pada tahun berjalan. Pada akhir tahun cicilan ini akan diperhitungkan menjadi kredit PPh badan maupun PPh WP OP. PPh Pasal 22 dikenakan kepada perdagangan barang yang dianggap menguntungkan.
  • PPh Pasal 23. Jenis pajak ini dikenakan ketika ada transaksi antara dua pihak. Pihak penerima penghasilan yang dikenakan PPh pasal 23, sedangkan pihak pemberi penghasilan atau pembeli akan memotong dan melaporkan PPh 23. Pelaporan PPh 23 dilakukan saat menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) Masa PPh 23. Adapun tarif PPh 23 dikenakan atas nilai dasar pengenaan pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Contohnya, tarif 15 persen dari jumlah bruto atas dividen; tarif 2 persen dari jumlah bruto atas sewa, imbalan jasa konsultan, dan sebagainya.
  • PPh Pasal 25, adalah jenis pembayaran PPh dengan sistem pembayaran angsuran. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban WP dalam pembayaran pajak tahunan. Sanksi keterlambatan PPh 25 adalah pengenaan bunga sebesar 2 persen per bulan.
  • PPh Pasal 29. Merupakan PPh kurang bayar yang tercantum dalam surat SPT Tahunan. Perhitungannya, sisa dari PPh yang terutang dalam tahun pajak itu dikurangi kredit PPh.
Baca Juga  Dirjen Pajak: Perbankan Sesuaikan NIK sebagai NPWP

WP badan wajib melaporkan PPh itu dalam SPT Tahunan badan paling lambat 30 April, sedangkan SPT Masa dilaporkan setiap bulannya maksimal tanggal 20. Sementara, WP OP harus menyampaikan PPh dalam SPT Tahunan dengan batas waktu hingga 31 Maret.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *