in ,

Presidensi G20 Usulkan Insentif Perpajakan untuk Wanita

Sebagai informasi, pertemuan FCBD digelar secara daring dan secara fisik oleh anggota G20 di Bali. Pertemuan juga dihadiri oleh 20 organisasi internasional dan 3 organisasi regional. Hasil pembahasan pertemuan di level deputi ini akan diperdalam dan dikonkretkan di tingkat working group untuk selanjutnya dibawa ke level menteri dan konferensi tingkat tinggi (KTT).

Wempi menjelaskan, pertemuan FCBD ini menandai dimulainya Presidensi G20 Indonesia di jalur keuangan (finance track) dengan pembahasan agenda yang produktif .

“G20 merupakan forum kerja sama internasional dengan agenda-agenda reformasi tata ekonomi global. Dengan menjadi Presidensi G20, Indonesia memimpin pembahasan agenda-agenda reformasi ekonomi dan keuangan global untuk menciptakan tata kelola dan lingkungan operasional ekonomi dan keuangan dunia yang lebih baik serta mendukung proses pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung,” kata Wempi.

Baca Juga  Mendagri Minta Optimalkan APBD, Kendalikan Inflasi

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menuturkan, pertemuan FCBD dibagi dalam 6 sesi. Isu utama yang dibahas pada sesi 1, yaitu mengenai prospek ekonomi global dan risiko, normalisasi kebijakan terkait pandemi, dan dampak jangka panjang pandemi.

“Pada pembahasan normalisasi kebijakan terkait pandemi, mayoritas anggota menyampaikan pentingnya koordinasi distribusi vaksin dan kebutuhan pembiayaan vaksin, perlunya komunikasi dan pentahapan yang tepat dalam melakukan normalisasi kebijakan. Reformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dinilai dapat mendukung upaya mengatasi dampak jangka panjang pandemi,” kata Dody.

Pada sesi 2, pembahasan mencakup, antara lain jaring pengaman keuangan internasional, isu utang negara miskin, dan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency).

“Pembahasan fokus pada peran G20 menjaga stabilitas keuangan global di tengah meningkatnya ketidakpastian, serta upaya bersama dalam mengatasi risiko dan mendukung negara-negara rentan,” kata Dody.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *