in ,

Pemkab Kendal Tawarkan Insentif Pajak dan Kemudahan Investasi di Apkasi Otonomi Expo 2024

pemkab kendal
Foto: Tiga Dimensi

Pemkab Kendal Tawarkan Insentif Pajak dan Kemudahan Investasi di Apkasi Otonomi Expo 2024

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menawarkan beragam insentif pajak dan kemudahan investasi pada Kawasan Industri Kendal (KIK) berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tawaran tersebut dipromosikan dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) yang berlangsung 10 – 12 Juli 2024, di JCC Senayan. Lantas, apa saja insentif pajak dan kemudahan investasi yang ditawarkan? Simak perbincangan eksklusif Pajak.com dengan Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Promosi dan Informasi Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Desanti Filiani (Lia).

Lia memperkenalkan bahwa KIK merupakan kawasan industri terbaik di Jawa Tengah (Jateng) 2023 berdasarkan penghargaan yang diberikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). KIK ditetapkan sebagai pemegang status KEK berbasis industri di Pulau Jawa melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Saat ini KIK memiliki luas wilayah sekitar 2.200 hektar, terdiri dari 1.000 hektare pengembangan tahap 1 dan 1.200 tahap 2. Kabupaten Kendal masih menawarkan kawasan peruntukan industri seluas 5.109 hektare yang terhampar di sebagian Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, dan Patebon.

“Keberadaan Kawasan Industri Kendal yang sudah menjadi special economic zone ini membuat industrialisasi di Kabupaten Kendal semakin meningkat. Di sana pengembangan industri berkembang dari sektor tekstil dan furnitur, sekarang sudah mulai beralih ke renewable energy. Kawasan Industri Kendal juga berhasil mendatangkan investor-investor yang bergerak dibidang otomotif dan elektronik. Hal ini berkat status special economic zone, yang tentu saja banyak insentif-insentif pajak yang didapatkan oleh investor maupun para calon investor,” ungkap Lia, (11/7).

Baca Juga  Buka Rakernas Apkasi 2024, Jokowi Dorong Pemkab Ciptakan Inovasi untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Daftar Insentif Pajak yang Ditawarkan 

Ia menyebutkan daftar insentif pajak yang ditawarkan kepada investor, meliputi pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) badan berupa tax holiday maupun tax allowance;  bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN); pembebasan pajak dalam rangka impor (PDRI); hingga pembebasan bea masuk (import duty). Insentif dan kemudahan tersebut diatur dalam PP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.

Selain itu, investor juga mendapatkan kemudahan dan insentif tambahan dari Pemkab Kendal. Fasilitas ini diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pemberian Insentif dan/atau Pemberian Kemudahan Investasi

Bagi calon investor, Pemkab Kendal juga memastikan adanya Layanan Satu Pintu untuk memberi kemudahan menjalankan bisnis. Kemudahan yang dapat dimanfaatkan investor, antara lain perihal perizinan, perekrutan tenaga kerja, pengelolaan kawasan, serta lain sebagainya.

“Semuanya merupakan bentuk komitmen dalam jaminan kemudahan investasi. Namun, tentu pemanfaatan insentif perpajakan dan fasilitas kemudahan ini memiliki beberapa persyaratan, salah satunya harus bermitra dengan UMKM (usaha mikro kecil menengah) setempat. Hal ini seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa harus ada pertumbuhan ekonomi inklusif di daerah,” tegas Lia.

Baca Juga  Perusahaan di KEK Kendal Lakukan Ekspor Perdana ke Amerika Serikat

Ia memastikan, KIK berstatus KEK sudah mengimplementasikan kemitraan dengan UMKM lokal. Pemkab Kendal terus berupaya memfasilitasi perusahaan untuk berkolaborasi dengan UMKM sekitar. Secara simultan, DPMPTSP Kabupaten Kendal mengembangkan inovasi Digitalisasi Fasilitasi Kemitraan Strategis Usaha Besar dan Usaha Kecil Menengah (SI MITRA HARUM).

“Misalnya, dalam penggunaan produk supplier maupun supporting, seperti kebutuhan catering atau pembuatan seragam. Kami tetap arahkan terus perusahaan untuk mempergunakan UMKM sekitar. Hasilnya saat ini Kabupaten Kendal banyak sekali mempunyai produk unggulan yang bertumbuh karena supporting industri besar yang memanfaatkan UMKM lokal. Untuk makanan, kami unggulannya ada produk Bandeng atau Udang. UMKM kami sudah banyak ekspor pembuatan tas kulit, bordir, hingga batik tulis,” ungkap Lia.

Hal lain yang tidak kalah penting, kini KIK berstatus KEK mampu menyerap 49.134 tenaga kerja. Dari jumlah itu, sebesar 80 persen berasal dari karyawan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Kendal membantu para pekerja yang sudah terlatih skill-nya untuk mendapat pekerjaan. Kami ada beberapa aplikasi, seperti Kendal Karier untuk membantu pekerja,” imbuh Lia.

Ia optimistis harmonisasi regulasi insentif pajak bagi investasi, penyerapan tenaga kerja, dan bertumbuhanya UMKM serta perekonomian, mampu menjadikan Kabupaten Kendal sebagai pusat perekonomian baru di Jateng.

“Apalagi kami ada 3 akses tol, ada Weleri, Kaliwungu, dan Kendal. Dekat juga dengan Bandara Ahmad Yani Semarang, akses rel ganda Kaliwungu, mempunyai pelabuhan domestik, dan dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Jadi, posisi strategis itulah yang semakin menopang kita sebagai pusat perekonomian baru,” pungkas Lia.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *