in ,

Menkeu Bertemu Sekjen OECD Bahas Konsensus Pajak

Menkeu Bertemu Sekjen OECD
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbincang dengan Sekjen Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann di sebuah pertemuan bilateral. Keduanya membahas mengenai perkembangan implementasi konsensus pajak global. Menurut Sri Mulyani, OECD merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam merumuskan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan perekonomian.

“Salah satu topik yang kami perbincangkan adalah mengenai perkembangan Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) Pillar One and Pillar Two yang akan membantu memperbaiki paradigma perpajakan internasional,” tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya @smindrawati, dikutip Pajak.com (11/7).

Ia menyebutkan, saat ini dua usulan konsensus global itu masih terus dibahas. Pilar 1: Unified Approach diusulkan sebagai solusi yang menjamin hak pemajakan dan basis pajak yang lebih adil dalam konteks ekonomi digital karena tidak lagi berbasis kehadiran fisik. Pilar 1 mengatur perusahaan multinasional dengan peredaran bruto dan keuntungan tertentu. Pilar 1 juga akan dapat dikenakan pada sektor digital yang selama ini menjadi isu antara negara G20 dan seluruh dunia.

Baca Juga  Jokowi: Realisasi APBD, Dana Pemda Rp 278,83 T

Kemudian, Pilar 2: Global anti-Base Erosion Rules (GloBE) yang dapat mengurangi kompetisi negara serta melindungi basis pajak yang dilakukan melalui penetapan tarif pajak minimum secara global, yaitu 15 persen. Pilar 2 akan menjadi solusi pemajakan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak antarnegara, sehingga mengikis terjadinya upaya menghindari pajak.

Selain soal konsensus pajak global, dialog Sri Mulyani dan Cormann juga membicarakan isu-isu keamanan dan politik yang akan dibahas dalam Forum Foreign Ministers Meeting G20 di Bali.

“Cormann mengapresiasi reformasi data governance yang sedang berlangsung di Kemenkeu. Dalam hal ini, Kemenkeu akan terus melakukan benchmarking dengan beragam institusi internasional yang merupakan pionir pada bidang tersebut, termasuk OECD. Kami sepakat, di tengah beragam tekanan yang terjadi di skala global, G20 must keep going. Show must go on, demi kebaikan serta pemulihan Indonesia dan dunia,” ujar Sri Mulyani.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *