in ,

India Turunkan Tarif Pajak Impor Minyak Nabati

Sebagai informasi, selama ini India memenuhi lebih dari dua pertiga permintaan minyak nabatinya dikontribusi melalui impor dan telah berjuang untuk menahan kenaikan harga minyak lokal selama beberapa bulan terakhir. Kebutuhan minyak sawit itu terutama didatangkan dari produsen utama Indonesia dan Malaysia. Sementara jenis minyak lainnya, seperti kedelai dan bunga matahari, diimpor dari Argentina, Brasil, Ukraina, dan Rusia.

Lonjakan harga minyak nabati itu terjadi karena produksi minyak sawit Malaysia dan Indonesia terpengaruh adanya situasi pandemi Covid-19. Sementara harga minyak kedelai dan bunga matahari meningkat karena kekhawatiran pasokan dari Brasil, AS, dan Laut Hitam.

BusinessLine menyebut, saat ini pemerintah India juga sedang khawatir atas prospek biji minyak kharif (tanaman yang membutuhkan iklim yang panas dan lembap dengan jumlah air yang cukup). Menurut data terakhir Kementerian Pertanian India, luas areal tanam minyak sawit tahun ini turun 3,15 lakh hektare (lh) menjadi 192,56 lh dibandingkan periode tahun lalu. Area tanam kacang tanah di India lebih rendah 2 lh, sementara cakupan kedelai sedikit meningkat. Namun, Asosiasi Pengolah Kedelai India telah melaporkan bahwa setidaknya 8 lh dari area tanaman minyak utama musim kharif telah rusak karena hujan. Kondisi ini dikhawatirkan akan sangat memengaruhi lonjakan harga minyak nabati di India.

Baca Juga  Greysia dan Apriyani Dibebaskan Bayar PPB Seumur Hidup

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0