in ,

Bapenda Semarang Libatkan Kawan Pajak untuk Gali Potensi PAD

Bapenda Semarang
FOTO : IST

Bapenda Semarang Libatkan Kawan Pajak untuk Gali Potensi PAD

Pajak.com, Semarang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang melibatkan 327 kawan pajak untuk mendata dan menggali potensi pajak sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kawan pajak juga bertugas mengawasi realisasi penerimaan dan membandingkan dengan kondisi lapangan.

“Teman-teman anak muda ini bergabung dalam sebuah tim, namanya kawan pajak. Dibentuk Bapenda, tugasnya untuk membantu, khususnya dalam pendataan dan pemantauan di lapangan. Kawan pajak berstatus sebagai tenaga harian lepas yang terikat kontrak secara berkala dan akan dievaluasi setiap tiga bulan, dan mendapatkan honor berupa uang transport,” jelas Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari dalam acara Pembekalan bagi Tenaga Harian Lepas Kawan Pajak Pendapatan Pajak Daerah Kota Semarang Tahun 2023, di Balai Kota Semarang, (18/2).

Ia menegaskan, kawan pajak bertugas sepenuhnya di lapangan untuk mendata potensi-potensi pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)/PBB, pajak hotel, pajak restoran, dan lainnya. Selanjutnya, kawan pajak bertugas membuat laporan hasil pengawasan sebagai bahan data dan informasi bagi Bapenda Kota Semarang mengoptimalkan penerimaan.

Baca Juga  “Stakeholder” Kanwil DJP Jakbar Kompak Ajak Masyarakat Lapor SPT

“Berapa jumlah pengunjungnya, transaksinya bagaimana, apakah sudah sesuai apa belum, ini tugasnya kawan pajak. Mereka ini sifatnya hanya membantu, namun eksekusinya tetap di Bapenda. Setiap hari, mereka di lapangan minimal di 10-5 lokasi. Mereka datangi, membuat laporan, kemudian mendapatkan uang transport. Pengawasannya di semua mata pajak, ada 11 mata pajak,” jelas Indriyasari.

Namun, dalam waktu dekat ini Bapenda Kota Semarang akan mengedarkan surat tagihan PBB, sehingga kawan pajak akan difokuskan untuk mengawasi realisasi pembayaran maupun potensinya.

“Semua mengenai potensi (PBB) yang ada diawasi, apakah sudah sesuai dengan yang dibayarkan. Sejumlah 327 kawan pajak ini (dikerahkan) ke semua kelurahan dan kecamatan untuk mendata potensi. Kita akan sesuaikan sampai penyampaian surat-surat penagihan,” pungkas Indriyasari.

Baca Juga  Daftar Barang dan Jasa yang Mendapatkan Fasilitas Bebas PPN

Pemerintah Kota Semarang menargetkan penerimaan pajak di tahun 2023 sebesar Rp 2,2 triliun, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang semakin membaik pascapandemi.

“Kami optimistis tahun ini dengan perkembangan yang semakin baik, ekonomi yang semakin baik. Optimistis melampaui target. Untuk mendongkrak pencapaian target, (penerimaan) PBB dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) masih menjadi sektor yang favorit penyumbang pajak daerah. Ada juga program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang membantu. PTSL-nya gratis, tetapi BPHTB tetap wajib bayar,” ungkap Indriyasari.

Di tahun lalu, Bapenda Semarang mencatat, pendapatan pajak daerah tercatat sebesar Rp 1,93 triliun atau tumbuh 32 persen dibanding tahun 2019. Penerimaan itu disumbang oleh empat jenis pajak yang melampaui target 100 persen, meliputi pajak restoran, pajak hotel, PBB, dan BPHTB.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap, kawan pajak mampu menjalankan tugasnya, yaitu membantu Bapenda Kota Semarang meningkatkan PAD yang berdampak pada capaian pendapatan daerah. Di tahun 2022, pendapatan daerah Kota Semarang berhasil melampaui target, yakni mencapai Rp 5,13 triliun.

Baca Juga  Mekanisme Pengajuan Gugatan ke Pengadilan Pajak Lewat Sistem e-Tax Court

Pertama, tugas mereka kan di garda terdepan bagaimana meng-collect, mengoptimalkan potensi yang ada. Kedua, dari kawan pajak, kita akan melihat peluang, baik pajak, juga retribusi. Kalau ada potensi pajak atau retribusi yang belum terkelola baik, kawan pajak bisa melaporkan atau mengusulkan kepada Bapenda bahwa ada potensi yang belum tergali,” ujar Hevearita.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *