in ,

AS Akan Akhiri Perjanjian “Tax Treaty” dengan Hongaria

Pengurangan itu, dan caranya berinteraksi dengan perombakan kode pajak AS 2017, telah mengubah posisi AS pada kesepakatan yang dicapai pada 2010. Hal ini tentunya tidak lagi mendukung perjanjian itu sebagai solusi penuh untuk kekhawatiran pemerintah AS dengan perjanjian pajak Hongaria.

Para diplomat dan mantan diplomat AS saat ini mengilustrasikan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban sebagai titik frustrasi bagi administrasi kepresidenan AS secara berturut-turut. Di bawah Presiden Biden, Orban telah memblokir Organisasi Perjanjian Atlantik Utara dari pengiriman senjata ke Ukraina melalui wilayahnya.

Orban juga menentang sanksi Uni Eropa terhadap sekutu terkemuka Presiden Rusia Vladimir Putin dan membantu melemahkan embargo minyak Rusia. Bulan lalu, Orban memberlakukan pajak rezeki nomplok (windfall tax) pada perusahaan multinasional, dengan mengatakan negara membutuhkan lebih banyak pendapatan untuk membantu keluarga mengatasi biaya inflasi.

Baca Juga  Target Penerimaan Perpajakan 2023 Kembali Prapandemi

Orban merupakan kepala pemerintahan terlama di Uni Eropa dan telah menjadi perdana menteri negaranya selama 16 dari 24 tahun terakhir. Ia telah menjabat lima periode, empat di antaranya terjadi secara berturut-turut.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *