in ,

Rumah Ekspor Solo, Dorong Ekspor Produk UMKM

Rumah Ekspor Solo, Dorong Ekspor Produk UMKM
FOTO: IST

Dalam rangka meningkatkan ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meresmikan Rumah Ekspor Solo (RES).

Penandatangan PKS tersebut dilakukan oleh Ninik Martini (Kepala Kanwil II LPEI) mewakili LPEI, Muhamad Purwantoro (Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY) mewakili DJBC, dan Slamet Sutantyo (Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II) mewakili DJP. Kemudian untuk acara peresmian Rumah Ekspor Solo (RES) secara simbolis dilakukan Wakil Wali Kota Solo yaitu Teguh Prakosa.

Suminto selaku Plt. Direktur Eksekutif LPEI mengatakan bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Republik Indonesia akan menjalankan mandatnya dalam peningkatan ekspor nasional dan menciptakan eksportir baru khususnya di Wilayah Solo dan sekitarnya. Oleh karena itu dalam program Rumah Ekspor Solo (RES), LPEI akan menyediakan informasi terkini terkait pasar ekspor, kebutuhan dunia, dan pasar yang terbuka untuk komoditas unggulan yang memiliki potensi ekspor dari seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga  Dirjen Pajak: Perbankan Sesuaikan NIK sebagai NPWP

Sebagaimana data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkopukm), pelaku UMKM Indonesia berjumlah 64 juta yang berkontribusi 60 persen dari total PDB Indonesia dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih rendah yakni sebesar 15,65 persen, dan yang menjadi kendala ekspor bagi UMKM adalah minimnya pengetahuan tentang pasar luar negeri, kualitas produk, kapasitas produksi, biaya sertifikasi yang tidak murah, hingga kendala logistik.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0