in ,

Pemkab Sumedang-SMF, Sinergi Kembangkan Pariwisata

Pemkab Sumedang-SMF Sinergi Kembangkan Pariwisata
FOTO : IST

Pajak.com, Sumedang – Sebagai bentuk komitmen mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalin kerja sama pengembangan pariwisata dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dan Yayasan Masyarakat Indonesia Emas (YMIE).

Kerja sama dengan Pemkab Sumedang meliputi pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Sumedang melalui pembiayaan pembangunan homestay; sedangkan kerja sama dengan YMIE berupa pendampingan, pemberdayaan masyarakat, pengawasan, dan pembinaan komunitas kelompok pariwisata.

Realisasi kerja sama diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMF dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Ketua Umum Yayasan Menuju Indonesia Emas (YMIE) Marsudi Wahyu Kisworo di Pendopo Setda, Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/2).

Baca Juga  Menteri BUMN: Modal Negara Mesti Transparan

Ananta mengatakan, sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI, SMF siap mendukung upaya pemerintah mempercepat PEN di sektor pariwisata yang terdampak pandemi cukup dalam.

“Melalui pembiayaan homestay ini diharapkan sektor pariwisata di daerah Sumedang ini bisa kembali menggeliat dan memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat sekitar,” kata Ananta melalui keterangan resmi yang diterima Pajak.com, Senin (15/2).

Ananta optimistis dengan berkembangnya homestay di Desa Wisata Kabupaten Sumedang akan menjadi pendorong bergeraknya sektor wisata yang dapat menumbuhkan potensi ekonomi baik bagi pemilik homestay maupun masyarakat sekitar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami yakin bahwa program pembiayaan homestay ini dapat memberikan dampak dari sisi dampak sosial, di mana pembiayaan homestay dapat meningkatkan kualitas aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, tingkat pendapatan, kualitas hidup, perdagangan, dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya,” imbuhnya.

Baca Juga  Sandiaga Targetkan Devisa Pariwisata 2022 Rp 24 Triliun

Di kesempatan yang sama, Dony mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini, dan bertekad untuk menetapkan pariwisata sebagai core bisnis di Kota Bludru ini.

“Oleh karena itu, harus dibangun ekosistem wisata salah satunya penyediaan tempat menginap atau homestay di beberapa tempat wisata,” ucapnya.

Skema pembiayaan homestay di Sumedang akan diberlakukan sama dengan program pembiayaan homestay di Jawa Tengah, Yogya maupun NTB. Program Pembiayaan Homestay merupakan salah satu program penugasan khusus kepada SMF dari Pemerintah.

Sejak tahun 2019, SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam merealisasikan Program Kemitraan berupa Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0