in ,

Menteri BUMN: 12 BUMN Segera Melantai di Bursa Efek

Integrasi BUMN untuk Pengembangan Usaha Ultra Mikro
Foto: Kemen BUMN

Pajak.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membawa BUMN melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Ia mengatakan, saat ini ada 28 BUMN yang sahamnya tercatat di bursa Kementerian BUMN. Selama tiga tahun ke depan, ia menargetkan segera melakukan IPO terhadap delapan hingga dua belas BUMN dan anak perusahaan hingga tiga tahun ke depan.

“Kami akan melakukan listing untuk 8 hingga 12 perusahaan lingkungan BUMN. Baik itu anak ataupun cucu perusahaan. Saya tidak akan sebut angka pasti, nanti dicari-cari lagi. Ini untuk target hingga 2023,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dalam live streaming perdagangan perdana PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di Jakarta akhir pekan lalu.

Baca Juga  Apa itu “Family Office”? Ketahui Definisi dan Jenisnya

Erick memastikan, perusahaan yang akan go public adalah perusahaan yang memiliki bisnis jangka panjang, fundamental dan berkinerja baik.

Langkah IPO BUMN itu menurut Erick adalah untuk mendorong BUMN ke tingkat global. Upaya itu merupakan bagian dari transformasi BUMN seiring dengan keterbukaan akses dan informasi yang memungkinkan hampir semua perusahaan negara-negara di dunia dapat unjuk gigi. Karena itu, Erick berharap, BUMN mampu menjadi preferensi daripada perusahaan global.

“Saya mengharapkan juga banyak perusahaan BUMN menjadi preference daripada global, karena persaingan sekarang sangat terbuka. Karena itu, dalam transformasi di BUMN kami percaya untuk tiga tahun ke depan, saya bersama para Wamen, dan ini bagian dari transparansi good corporate governance akan me-listing-kan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya.”

Baca Juga  Apkasi Otonomi Expo 2024 Sukses Promosikan Produk dan Investasi Unggulan Daerah

Menanggapi rencana Erick itu, pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) Ustaz Yusuf Mansur mengaku mendukung langkah Menteri BUMN.

“Saya mendukung langkah Pak Erick membawa semua perusahaan BUMN masuk bursa, sampai ke anak usaha. Kenapa? kalau sudah IPO benar-benar harus bertanggung jawab ke rakyat bukan ke anggota dewan, bukan ke pemerintah dalam hal ini KBUMN. Bahkan ke pemegang saham yang 1 lot saja, well prepared, ” katanya di Jakarta, Sabtu (6/2/21).

Yusuf Mansur menilai, melalui aksi korporasi itu, perusahaan-perusahaan BUMN akan memberikan kesempatan bagi siapa saja rakyat Indonesia tanpa terkecuali untuk bisa memiliki saham perusahaan.

Ditulis oleh
Baca Juga  Komisi XI DPR Kritisi Pengajuan Modal Rp 6,1 T untuk BUMN dan Bank Tanah

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *