in ,

Menparekraf: Investor Australia Investasi di Sektor Parekraf

Australia Investasi di Sektor Parekraf
FOTO: Dok. Kemenparekraf

Pajak.com, Melbourne – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak investor dari negara Australia untuk menanamkan investasinya di Indonesia, khususnya di sektor parekraf. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai upaya mengakselerasi kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

Dalam kunjungan kerjanya ke Australia, Sandiaga melakukan pertemuan dengan member dari Australia Indonesia Business Council (AIBC). Ia pun mengundang member dari AIBC untuk menanamkan investasinya di sektor parekraf tanah air.

“Kami menargetkan realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mencapai 2,45 miliar dollar AS. Untuk itu, kami mengundang para member AIBC untuk berinvestasi dan kami (Pemerintah Indonesia) akan sepenuhnya memfasilitasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (07/04).

Baca Juga  Telkomsel Suntik Dana Rp 4,26 Triliun ke Gojek

Ia menambahkan, parekraf merupakan sektor yang sangat penting di Indonesia. Terlebih, dua sektor tersebut menjadi rumah bagi 34 juta masyarakat Indonesia dalam menggantungkan hidupnya. Melihat hal tersebut, Pemerintah Indonesia secara optimal akan memastikan parekraf dapat berkembang dengan baik. Terutama di lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang.

“Investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka 1,1 juta lapangan kerja baru yang berkualitas di Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, pengembangan parekraf Indonesia diarahkan pada pengembangan yang lekat dengan nilai-nilai berkualitas dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan tren baru pariwisata dan ekonomi kreatif yang personalized, customized, localized, dan smaller in size.

Menurutnya, Indonesia dengan kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) dan budaya memiliki potensi yang sangat besar untuk menghadirkan nilai-nilai keberlanjutan di sektor parekraf. Hal ini dapat dimaksimalkan oleh investor untuk melihat peluang usaha yang dibarengi dengan terciptanya lapangan kerja sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga  “Tips” Terhindar dari Penipuan “Developer” Properti

“Termasuk di sektor ekonomi kreatif, dimana Indonesia menjadi negara terbesar ketiga di dunia jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Amerika dengan Hollywood dan Korea dengan K-Pop,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan parekraf di Indonesia juga akan difokuskan dalam kegiatan event, seperti G20, World Conference on Creative Economy (WCCE), dan World Tourism day yang akan digelar di Indonesia.

Sandiaga mengatakan bahwa masa-masa penghujung krisis merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi. Apalagi, peluang-peluang usaha dan perekonomian mulai kembali terbuka. Tidak hanya itu saja, ia pun berpendapat bahwa dari krisis justru tercipta peluang-peluang baru dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Baca Juga  Luhut Ajak Huawei Perkuat Transformasi Digital dan EBT

“Investasi saat krisis akan mendatangkan banyak keuntungan, good investment return, namun perlu dengan strategi yang matang,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings