in ,

KEK Sanur Bali Diproyeksi Serap 18.375 Tenaga Kerja dan Tambah Devisa Negara Rp19,6 Triliun

KEK Sanur Bali
FOTO: Setkab RI

KEK Sanur Bali Diproyeksi Serap 18.375 Tenaga Kerja dan Tambah Devisa Negara Rp19,6 Triliun

Pajak.com, Bali – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur Bali diproyeksikan menambah devisa negara sekitar Rp19,6 triliun dan menyerap sekitar 18.375 tenaga kerja hingga tahun 2045. Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia Maya Watono optimistis KEK Sanur memberikan dampak besar terhadap ekonomi nasional, baik dalam hal penghematan devisa, arus investasi, pariwisata, hingga tenaga kerja lokal.

“Kami memproyeksikan KEK dapat membuka kesempatan ribuan lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara untuk berwisata dan berobat ke Indonesia,” ungkap Maya dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com, (8/8/25).

InJourney Hospitality sebagai pengelola KEK Sanur memproyeksikan sekitar 123.000 hingga 240.000 pasien pada tahun 2030, yang sebelumnya memilih layanan kesehatan di luar negeri. Maka, potensi penghematan devisa diestimasi sebesar dan Rp86 triliun, bahkan penambahan devisa negara sekitar Rp19,6 triliun dalam periode 2022-2045.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menambahkan bahwa KEK Sanur juga ditargetkan dapat menyerap investasi sebesar Rp15–20 triliun. Pada tahun 2045, keberadaan KEK Sanur diprediksi akan memberikan efek berganda pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional senilai Rp80,7 triliun dan menyerap sekitar 18.375 tenaga kerja. Angka itu meningkat sekitar 2.069 persen dibandingkan kondisi tanpa status KEK.

“Kami optimistis, KEK Sanur Sanur tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur layanan kesehatan dan pariwisata, tetapi juga motor penggerak perekonomian yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Christine.

Sebagaimana diketahui, KEK Sanur dikembangkan sebagai destinasi integratif bertaraf internasional dengan konsep health & tourism destination, yang diharapkan mampu menjadi alternatif pengobatan berkualitas bagi warga Indonesia sekaligus menarik pasien dari luar negeri.

Fasilitas utama KEK Sanur mencakup Bali International Hospital (BIH), rumah sakit bertaraf internasional yang dirancang sebagai pusat layanan medis unggulan. Selain itu, kawasan ini dilengkapi dengan infrastruktur penunjang seperti hotel bintang lima, pusat konvensi terbesar di Pulau Bali yang mampu menampung 5.000 orang, ethnobotanical garden seluas 4,9 hektare dengan lebih dari 380 jenis tanaman obat, serta area usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan komersial untuk mendorong pelaku usaha lokal.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *