in ,

KSSK Jaga Stabilitas Keuangan Hadapi “Taper Tantrum”

Perekonomian Indonesia KSSK Jaga Stabilitas Keuangan Hadapi “Taper Tantrum”
FOTO : IST

Pajak.com, Jakarta – Tahun depan, perekonomian Indonesia diprediksi masih akan mengalami gelombang ancaman. Salah satunya, fenomena taper tantrum yang dikhawatirkan kembali terjadi seiring dengan rencana pengetatan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed.

Taper tantrum atau pengurangan kebijakan stimulus (quantitative easing/QE) dari bank sentral AS masih menjadi momok yang harus diwaspadai dan diantisipasi. Meski saat ini The Fed masih menahan suku bunga, kenaikan Federal Funds Rat bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Awalnya, para peserta rapat Komite Pengambil Kebijakan The Fed memang cenderung dengan perkiraan suku bunga acuan akan naik pada 2023 mendatang. Namun, tidak menutup kemungkinan hal itu akan terjadi pada tahun depan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pada tahun 2022 mendatang, ada ketidakpastian kemungkinan the Fed akan mengubah kebijakan moneter, mulai mengurangi stimulus dan bahkan menaikkan suku bunga acuan karena ekonomi AS yang tumbuh tinggi. Hal ini akan mendorong pembalikan modal yang sekarang bertengger di negara berkembang termasuk Indonesia. Pasar keuangan dalam negeri akan terpukul, khususnya nilai tukar rupiah

Baca Juga  Pilihan Investasi ORI Lebih Untung?

Pertumbuhan ekonomi AS pada tahun ini diproyeksi mencapai 6,4 persen, dan tahun depan 3,4 persen persen. Sementara inflasi sampai dengan bulan April lalu sudah tembus 4,2 persen dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan ekonomi AS yang tumbuh lebih cepat.