in ,

Jokowi Minta Polri Kawal Realisasi Investasi

Jokowi Minta Polri Kawal Realisasi Investasi
FOTO: IST

Pajak.com, Badung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional adalah investasi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya berkontribusi sebesar 15 persen. Oleh karena itu, Presiden meminta agar jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut mengawal investasi hingga bisa menetas dan direalisasikan. Adapun target investasi tahun ini mencapai Rp 900 triliun, sedangkan pada tahun 2022 sebesar Rp 1.200 triliun.

Permintaan Jokowi kepada Polri untuk mengawal realisasi investasi disampaikan saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Jumat, 3 Desember 2021.

Baca Juga  BI Terbitkan Peraturan Baru Perkuat Sistem Pembayaran

“Supaya tahu APBN itu hanya mempengaruhi kurang lebih 18 sampai 15 persen dari pertumbuhan ekonomi yang kita miliki. Jangan keliru. Artinya apa? 85 persen perputaran uang, pertumbuhan ekonomi itu ada di swasta dan BUMN. Jadi kalau ada yang ganggu-ganggu di daerah urusan investasi, kawal dan dampingi agar setiap investasi betul-betul bisa direalisasikan karena kunci penggerak ekonomi kita ada di situ,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa sekarang ini investasi tidak hanya di Jawa, tetapi juga di luar Jawa. Menurutnya, investasi di luar Jawa justru kini lebih banyak, yakni sekitar 51,7 persen, dibandingkan Jawa yang berkontribusi sekitar 48 persen. Maka dari itu, ia pun meminta Polri harus bisa menjaga semua investasi yang sudah ada, baik itu masih dalam proses, maupun investasi yang baru datang.

Baca Juga  Kontribusi Investor Retail dalam Pembiayaan Ekonomi

“Saya sudah titip juga ke Kapolri, kapolda yang tidak bisa menjaga diperingatkan, sulit tidak bisa mengawal, tidak bisa menyelesaikan yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, maaf saya keras, ngomong keras, tidak bisa, diganti,” tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia sendiri saat ini mulai merangkak naik kembali setelah sebelumnya berada pada posisi minus akibat pandemi. Hal itu terlihat sebelumnya pada kuartal IV tahun 2020, ekonomi nasional masih minus 2,19 persen, kemudian di kuartal I 2021 sudah mulai membaik ke minus 0,74 persen.

Setelah itu, pada kuartal II tahun 2021, ekonomi Indonesia sudah melompat sekitar 7,07 persen. Namun, pada bulan Juli, varian Delta merebak sehingga pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat yang membuat perekonomian nasional turun lagi menjadi 3,51 persen. Melihat hal tersebut, Jokowi berharap perekonomian nasional pada kuartal IV tahun 2021 bisa tumbuh di kisaran angka 4,5 sampai 5,5 persen.

Baca Juga  Mayoritas Kripto Kembali Melesat Perdagangan Pekan Ini

“Kalau pengendaliannya masih seperti ini, nah di 2022 inilah kebangkitan ekonomi akan kelihatan, misalkan kondisi, situasi seperti yang kita hadapi sekarang, dan motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi adalah investasi,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0