Ia mengungkapkan, IAEI juga turut mendorong riset dan pengembangan inovasi pasar modal syariah Indonesia, yang mencakup public and private finance, filantropi, dan blended finance. Dengan demikian, IAEI telah ikut serta dalam mendukung pembangunan ekosistem dan infrastruktur industri halal. Selain itu, IAEI telah membuat program Sharia Business and and Academic Synergi untuk menyelaraskan dan menyempurnakan kurikulum rumpun prodi ekonomi dan keuangan syariah di universitas.
“Kami berharap para ahli ekonomi di bidang ekonomi syariah juga memiliki kemampuan analitik di bidang makro ekonomi hingga dari sisi critical thinking untuk bisa ikut memecahkan masalah ekonomi tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia,” ujar Sri Mulyani.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Presiden sekaligus Dewan Penasihat IAEI Ma’ruf Amin. Ia berharap, IAEI dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang ekonomi Islam atau syariah.
“Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia turut ambil bagian mempersiapkan generasi muda Indonesia memahami ekonomi Islam, sehingga di masa mendatang Indonesia dapat memetik keuntungan atas semakin besarnya populasi umat Islam di dunia,” kata Ma’ruf Amin.
Menurutnya, potensi ekonomi dan keuangan syariah yang menjadi modal ketahanan ekonomi di Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19. Per Desember 2021 total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, tercatat mencapai Rp 2.050 triliun. Selain itu, pertumbuhan positif juga dirasakan pada sektor ekonomi dan keuangan syariah global, yakni total umat muslim mengeluarkan 2 triliun dollar AS untuk sektor makanan, farmasi, dan gaya hidup lain berprinsip syariah di 2021.
Comments