in ,

Citibank Akan Tutup Bisnis Ritel Di Indonesia

Tito menjelaskan Citi Indonesia beroperasi di Indonesia melalui unit Institutional Clients Group (ICG), antara lain TTS (Treasury and Trade Solutions), MSS (Markets and Securities Services/Custodian), BCMA (Banking Capital Market Advisory) untuk nasabah-nasabah institusional yang terdiri dari perusahaan lokal, pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara, lembaga keuangan dan perusahaan multinasional, Selain itu layanan Citi Commercial Bank (CCB), dan layanan pasar modal melalui PT Citigroup Sekuritas Indonesia (CSI) akan terus beroperasi di Indonesia.

Sebelumnya, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, strategi ini akan menciptakan peluang besar pagi perusahaan. Ia pun menegaskan bahwa tidak ada perubahan seketika dalam hal melayani nasabah consumer bank yang berada di Indonesia. Citi akan memulai proses penjualan bisnis consumer bank setelah adanya pengumuman tutup segmen perbankan ritel.

Baca Juga  Penurunan PPKM Level 3 Memantik Penguatan IHSG

“Selama proses penjualan, kegiatan operasional bisnis consumer kami termasuk kantor cabang, call centers, serta layanan digital akan terus berjalan seperti biasa,” ujar Batara. Ia memastikan, para nasabah Citi akan tetap mendapatkan layanan yang berkualitas tinggi, seperti yang selama ini diperoleh para nasabah dari seluruh produk dan layanan Citi.

Batara mengatakan, untuk saat ini, Citi akan terus melayani klien dan nasabah dengan penuh perhatian, empati, dan dedikasi yang sama seperti yang dilakukan selama ini.

Citigroup sudah hadir di Indonesia sejak 1968 silam. Saat ini, menurut Batara bank melayani 90 persen dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia. Tahun lalu, Citigroup mengumpulkan dana sebesar lebih dari 10 miliar dollar AS untuk para kliennya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *