in ,

RI dan RRT Kerja Sama di Sektor Ekonomi Digital

sektor ekonomi digital
FOTO : IST

RI dan RRT Kerja Sama di Sektor Ekonomi Digital

Pajak.com, Jakarta – Potensi sektor ekonomi digital Indonesia saat ini sangat besar dan telah menjadi salah satu keunggulan untuk menunjang transformasi ekonomi. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  sepakat untuk melakukan bekerja sama pada sektor ekonomi digital. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama ekonomi digital itu dilakukan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan RRT Wang Wentao pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada Rabu (16/11/22) lalu.

Mengutip laman resmi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian pada (Kamis 17/11/22), MoU tersebut mengatur kerangka kerja dan forum dalam pembahasan kerja sama ekonomi digital antara Pemerintah Indonesia dengan RRT. Lingkup kerja sama dalam MoU tersebut mencakup kerja sama yang terbuka, termasuk dalam eksplorasi peluang bisnis digital antara kedua negara, percepatan transformasi digital di semua sektor, kerja sama pembangunan infrastruktur digital, kota pintar, e-commerce, inovasi teknologi digital, serta pengembangan format dan model bisnis baru seperti telemedicine, logistik pintar, dan juga ruang lingkup lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Baca Juga  Sinergi BI-KemenkopUKM Rilis Pusat Wastra Nusantara

Untuk mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi digital tersebut, Kemenko Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan RRT akan mengembangkan kerja sama pertukaran informasi dan penelitian bersama di bidang ekonomi digital; pertukaran pengetahuan, keahlian, dan praktik terbaik dari kedua negara di bidang strategi, kebijakan, regulasi, aturan dan standar ekonomi digital, serta fasilitasi investasi; dan meneliti untuk mengidentifikasi prioritas kerja sama investasi dalam ekonomi digital pada format dan model bisnis baru.

Selain itu, kedua negara juga akan mengembangkan kerja sama dalam mempromosikan eksplorasi bersama antara perusahaan kedua negara pada integrasi teknologi interaktif cerdas, sirkulasi komersial, transportasi, bisnis, keuangan digital, dan kesehatan digital. Hal ini antara lain bertujuan untuk mengembangkan format dan model bisnis baru seperti pariwisata virtual, telemedicine, telecommuting, pendidikan daring, dengan tujuan untuk memberikan dorongan baru ke dalam kerja sama bilateral dalam ekonomi digital. Indonesia dan RRT juga sepakat mendorong Pemerintah, universitas, lembaga penelitian dan perusahaan untuk melaksanakan program pelatihan bersama, pertemuan dan seminar di bidang ekonomi digital.

Baca Juga  OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2023

MoU Kerja Sama Ekonomi Digital tersebut merupakan salah satu deliverables kongkret dari kerja sama sesama anggota G20. Cakupan kerja sama tidak hanya meliputi sektor Pemerintah, tetapi juga pihak swasta kedua negara yang diharapkan dapat mendorong perkembangan ekonomi digital domestik masing-masing. Adanya MoU tersebut diharapkan dapat mendorong Indonesia dan RRT tumbuh bersama menjadi raksasa ekonomi digital dunia di masa depan.

Sebagai informasi, pada 2021 lalu terdapat 21 juta konsumen ekonomi digital di Indonesia dengan pertumbuhan yang terus meningkat dengan signifikan, terutama di wilayah pedesaan. Tercatat ada 72 persen konsumen ekonomi digital baru ada di wilayah pedesaan. Selain itu, Indonesia juga memiliki tingkat pemanfaatan ekonomi digital yang tinggi, dengan 98 persen pedagang telah menggunakan pembayaran digital dan 59 persen memanfaatkan pembiayaan digital.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *