in ,

Perkuat Keterbukaan Informasi untuk Penanganan Pandemi

“Oleh karena itu saya, sebagai pimpinan di Kementerian Keuangan akan terus mendorong seluruh pejabat yang mengelola informasi dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan, untuk tidak terlena sama sekali. Ini adalah bukan atau situasi yang bisa membuat Anda semuanya berpuas diri dan terlena meskipun Anda mendapatkan penghargaan, karena pencapaian yang didapat. Karena memang lingkungan yang kita hadapi, tantangan yang kita hadapi akan terus meningkat,” jelas Sri Mulyani.

Di samping itu, ia juga mengingatkan bahwa program vaksinasi harus dilakukan secara hati-hati, akuntabel, transparan, serta mampu mencegah terjadinya risiko moral hazard. Pengawasan harus dilakukan bersama dari badan atau lembaga, serta kesadaran kolektif dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

Baca Juga  Lima Sektor Usaha Ini Dapat Perpanjangan Insentif Pajak

“Ini adalah masalah kewajiban apa yang disebut institusi publik menghadapi tantangan publik yang begitu kompleks dan dimensinya sangat banyak. Namun, tetap harus bisa menjelaskan dan memberikan data informasi kepada masyarakat sebagai bentuk tidak hanya transparansi, namun juga akuntabilitas dan bentuk tanggung jawab moral yang sangat penting. Itu yang ingin saya garisbawahi,” tegas Sri Mulyani.

Di akhir acara, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memberi apresiasi kepada PPID tingkat I di lingkungan Kementerian Keuangan yang telah serius mengupayakan keterbukaan informasi publik demi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Penerima penghargaan itu adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *