in ,

Pemerintah Bangun Inovasi Agromaritim 4.0

Ia pun mengajak universitas, khususnya IPB untuk melahirkan inovasi-inovasi demi kemajuan sektor pertanian di tengah pandemi COVID-19.

Rektor IPB Arif Satria setuju dengan harapan-harapan itu. Arif menilai, keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu latar belakang perlunya inovasi agromaritim 4.0 sebagai fokus pembangunan.

“Mengapa perlunya agromaritim sebagai fokus pembangunan? Karena kita memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Baik darat, laut, hutan, dan kita memiliki mega biodiversity yang harus kita kelola dengan baik,” kata Arif.

Selama pandemi berlangsung, pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor yang berbasis pada agromaritim. Artinya, Indonesia telah memiliki modal yang besar untuk mengembangkan sektor ini. Terlebih semua daerah memiliki keunggulan agromaritim yang beragam.

Baca Juga  Pemerintah Pantau Penurunan Nilai Ekspor Nasional

“Agromaritim merupakan leading sektor ekonomi Indonesia yang dibuktikan dengan warna hijau ini, ini sebuah warna yang menggambarkan GDP (gross domestic bruto) yang dominan setiap provinsi. Yang hijau adalah sektor pertanian, kehutanan termasuk dalam peternakan, yang itu kalau kita lihat sebagian besar di Sumatera, Kalimantan, di seluruh Sulawesi, Maluku, NTB (Nusa Tenggara Barat), NTT (Nusa Tenggara Timur)—semua adalah didominasi oleh GDP dalam bidang pertanian,” ungkap Arif.

Ditulis oleh

Baca Juga  Wamenkeu Tegaskan Indonesia Dukung Reformasi Kebijakan Ekonomi Hijau di CFMCA Laos

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *