in ,

Pemerintah Bangun Inovasi Agromaritim 4.0

Jokowi mencatat, saat ini baru 293 kabupaten/kota yang baru memiliki sentra komoditas ekspor untuk produk pertanian. Oleh sebab itu, ia meminta para bupati/wali kota terus menggali potensi ekspor dari daerahnya masing-masing.

“Saat ini dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, baru 293 kabupaten/kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor. Baik itu produk sawit, karet, kopi dan beberapa komoditas lain yang diminati pasar global. Masih banyak komoditas yang potensial dikembangkan, seperti sarang burung walet, porang, minyak atsiri yang dalam beberapa tahun terakhir cukup berkembang, bunga melati, tanaman hias, edamame, serta produk-produk hortikultura lain,” sebutnya.

Agromaritim juga meliputi sektor kelautan dan perikanan. Menurut Jokowi, sektor ini pun belum tergarap dengan baik. Indonesia baru mengisi tiga persen dari pasar ikan dunia dengan nilai 162 miliar dollar AS.

Baca Juga  Ini 7 Ruas Tol Baru Gratis Selama Musim Mudik Lebaran 2024

“Pemerintah ingin sektor agromaritim 4.0 dipercepat dengan memanfaatkan artificial intelligence, machine learning, teknologi robotik, hingga automission,” tambah Jokowi.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani. Menurutnya, pemikiran tentang agromaritim mengingatkan bahwa daratan dan lautan di Indonesia adalah satu kesatuan yang menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat. Agromaritim 4.0 merupakan adaptasi yang memerlukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital, sehingga dapat menciptakan keberlanjutan, kemakmuran, dan kedaulatan bangsa Indonesia.

“Dengan bergotong royong mari kita jadikan agromaritim 4.0 sebagai bagian dari solusi besar untuk memerdekakan Indonesia dari dampak pandemi COVID-19 dan untuk mewujudkan Indonesia yang maju,” kata Puan.

Baca Juga  Kemenves/BKPM Terbitkan 8 Juta Nomor Induk Berusaha

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *