in ,

Menkeu: Dampak Omicron Terhadap Pemulihan Ekonomi

Namun, ia mengatakan, temuan kasus Omicron itu dipastikan belum terjadi transmisi di tingkat komunitas. Sebab petugas kebersihan yang tertular varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, sehingga diperkirakan terjadi penularan ketika melayani pasien. Selama bekerja, para petugas kebersihan juga hanya tinggal di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Saat ini ketiganya pun masih melakukan karantina di sana.

Selain kasus itu, Kemenkes juga menemukan lima kasus teridentifikasi sebagai probable (dicurigai) tertular varian Omicron. Budi memastikan, pemerintah akan terus berupaya mengantisipasi penularan yang semakin meluas dengan meningkatkan surveilans. Semua kontak dari kasus positif harus diperiksa secara lebih ketat.

”Masyarakat tidak usah khawatir, tidak perlu panik, tetapi kita hidup seperti biasa. Yang paling penting adalah jaga kewaspadaan dengan protokol kesehatan. Tolong juga dipastikan kurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak penting,” kata Budi.

Baca Juga  Merah Putih Fund Siapkan Rp 4,3 T untuk Startup Lokal

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo. Ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak panik. Sebab sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien yang sudah mendapatkan vaksin.

“Oleh sebab itu, saya meminta semua warga yang belum mendapatkan dua kali vaksin, apalagi yang sama sekali belum divaksin segeralah mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Saya juga minta semua warga maupun pejabat negara untuk menahan diri tidak bepergian ke luar negeri. Paling tidak sampai situasi mereda,” kata Jokowi.

Kendati demikian, kepanikan sudah terjadi pada pasar modal. Setelah pengumuman kasus pertama varian Omicron, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,51 persen ke level 6.592,24 dari level 6.600.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *