in ,

Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi

Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
FOTO: IST

 Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi

Pajak.com, Jakarta – Saat ini banak negara di dunia tengah mengalami lonjakan inflasi dan stagflasi (ekonomi mandeg). Hal ini diperparah dengan adanya perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung selesai.

Akibatnya, harga pangan dan energi kian melambung. Naiknya harga-harga tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap alokasi keuangan kita. Bagaimana cara bijak mengelola keuangan di tengah lonjakan inflasi saat ini?

Sebelum berbagi tips mengelola keuangan di tengah inflasi, ada baiknya kita pahami dulu secara singkat apa itu inflasi dan deflasi. Bank Indonesia menjelaskan, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga  Sri Mulyani: Realisasi Belanja Vaksin Capai Rp 10,2 Triliun

Kebalikan dari inflasi, yakni deflasi, yakni penurunan harga barang secara dan terus-menerus. Sementara itu, menurut International Monetary Fund (IMF), inflasi dalam ukuran yang lebih luas biasanya ditunjukkan dari kenaikan harga secara keseluruhan atau kenaikan biaya hidup di suatu negara

Stagflasi merupakan gabungan kata stagnan dan inflasi yang berarti pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami perlambatan disertai kenaikan harga secara terus-menerus. Kedua kondisi bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari, yakni menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya angka pengangguran. Jika sudah demikian, hal yang bisa dilakukan adalah penghematan.

Berikut ini 4 tips untuk menyiasati kesulitan akibat ketidakpastian ekonomi ini.

Pertama, mulailah membuat tata kelola pos keuangan dengan baik. Lakukan untuk mengantisipasi inflasi dan stagflasi adalah mengatur ulang pos keuangan kamu. Pisahkanlah antara kebutuhan dan keinginan agar keuangan dapat terkelola  dengan  baik serta lebih terkontrol. Anda juga perlu menerapkan tips hemat dengan menunda pembelian barang yang tidak mendesak. Sebaiknya, tundalah membeli kebutuhan yang tidak mendesak.
Kedua, usahakan mencari tambahan pendapatan di luar pendapatan utama atau pendapatan rutin Anda. Di era digital seperti saat ini ada banyak pilihan dan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang tambahan. Mulai dari berbisnis lewat berbagai platform online sampai memanfaatkan peluang untuk mendapatkan uang dari internet.
Ketiga, siapkan dana darurat. Hal ini penting dilakukan. Dana darurat merupakan dana khusus yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tidak terduga. Jadi, hanya dipakai saat Anda benar-benar terdesak. Dana ini juga sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi hal buruk yang bisa terjadi di masa stagflasi, misalnya pemotongan gaji atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca Juga  Tokopedia Fasilitasi UMKM Daftar NIB di OSS RBA

Dana darurat yang ideal untuk Anda yang masih lajang setidaknya adalah enam kali biaya hidup per bulan. Sedangkan yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan, perlu mempersiapkan dana darurat sebesar 12 kali biaya hidup per bulan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0